kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.689.000   -24.000   -0,88%
  • USD/IDR 18.012   53,00   0,30%
  • IDX 5.886   -16,34   -0,28%
  • KOMPAS100 775   -7,40   -0,95%
  • LQ45 587   -2,64   -0,45%
  • ISSI 201   -0,63   -0,31%
  • IDX30 334   -0,77   -0,23%
  • IDXHIDIV20 414   0,55   0,13%
  • IDX80 88   -0,64   -0,72%
  • IDXV30 110   -0,60   -0,54%
  • IDXQ30 108   0,47   0,44%

Bahlil Buka Suara Soal Kenaikan Harga Pertamax Series


Kamis, 11 Juni 2026 / 21:56 WIB
Bahlil Buka Suara Soal Kenaikan Harga Pertamax Series
ILUSTRASI. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (KONTAN/Sabrina Rhamadanty)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia buka suara terkait penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi Pertamax Series yang berlaku baru-baru ini.

Bahlil menjelaskan bahwa prioritas pemerintah saat ini adalah menjaga stabilitas harga energi untuk kelompok masyarakat bawah agar tidak terbebani.

"Yang pertama kami menyampaikan bahwa harga BBM untuk bersubsidi maupun LPG itu tidak ada perubahan sama sekali," ujarnya di Istana Negara, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Sementara itu, lanjut Bahlil, untuk jenis BBM kategori nonsubsidi, penetapan harganya diserahkan kepada mekanisme pasar yang berlaku secara global namun tetap terkontrol. 

Baca Juga: Harga Pertamax Melambung, Kementerian ESDM Jawab Nasib Kelas Menengah

"Nah sementara harga yang non subsidi itu menyesuaikan dengan harga pasar yang ada," ungkap Bahlil menjelaskan mengenai skema perhitungan harga keekonomian saat ini.

Lebih lanjut, Bahlil menyebutkan bahwa koordinasi dengan para penyedia BBM terus dilakukan untuk memastikan kebijakan harga tetap mempertimbangkan kondisi daya beli. 

"Sudah barang tentu perhitungannya ini akan dilakukan secara bijak oleh teman-teman pelaku usaha, baik Pertamina maupun pelaku swasta yang lainnya," jelasnya.

Menjawab kekhawatiran masyarakat terkait penurunan daya beli, Bahlil menyatakan pemerintah tengah menyiapkan skema mitigasi untuk menjaga konsumsi tetap stabil di berbagai lapisan.

Baca Juga: Sudah Dua Hari, Bos Pertamina Akhirnya Buka Suara Soal Melonjaknya Harga Pertamax

"Pemerintah lagi sedang menggodok hal-hal yang terkait dengan menjaga daya beli masyarakat. Makanya kita untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama kepada BBM subsidi sama sekali tidak kita naikkan," terangnya.

Sebagai langkah evaluasi ke depan, Kementerian ESDM akan kembali melakukan peninjauan bersama badan usaha mengenai dampak ekonomi dari penyesuaian harga yang telah dilakukan tersebut. 

"Sementara yang lainnya dilakukan penyesuaian. Nanti kita cek dengan teman-teman pelaku usaha, baik termasuk Pertamina," pungkasnya.

Sekedar mengingatkan, Pemerintah resmi mengerek harga Pertamax dari sebelumnya Rp 12.300/liter menjadi Rp 16.250/liter dan Pertamax Green dari Rp 12.900/liter menjadi Rp 17.000/liter mulai Rabu, 10 Juni 2026.

Baca Juga: Waspadai Efek Berantai Kenaikan Pertamax ke Inflasi dan Konsumsi Masyarakat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×