kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

BI Kerek Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global 2024


Rabu, 21 Februari 2024 / 14:24 WIB
BI Kerek Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global 2024
ILUSTRASI. Pelabuhan Jamrud yang dioperasikan?PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) di Surabaya.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi global tahun 2024. 

Gubernur BI Perry Warjiyo memperkirakan, pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini ada di kisaran 3% yoy, atau naik dari perkiraan sebelumnya yang sebesar 2,8% yoy. 

Perry bilang, perbaikan pertumbuhan ekonomi ditopang oleh kuatnya ekonomi Amerika Serikat (AS) dan India. 

“Sejalan dengan pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan investasi yang tinggi,” tutur Perry dalam konferensi pers, Kamis (21/2) di Jakarta. 

Baca Juga: Analis Prediksi, Pertumbuhan Kinerja BTN ke Depan Masih Terbuka

Meski demikian, tetap ada risiko yang membayangi. Seperti, pertumbuhan ekonomi China yang melemah. 

Juga ada kabar resesi dari Jepang dan Inggris. Sebab, kedua negara mencatat pertumbuhan negatif dalam dua kuartal berturut-turut. 

Ekskalasi ketegangan geopolitik pun berlanjut, sehingga mengganggu rantai pasokan dan meningkatkan harga komoditas pangan dan energi, kemudian menghambat laju penurunan inflasi global. 

Ketidakpastian di pasar keuangan masih tinggi. Suku bunga AS diyakini baru turun pada semester II-2024, sejalan dengan inflasi AS yang masih tinggi. 

Ini yang mengakibatkan pelemahan nilai tukar di negara berkembang, karena menahan berlanjutnya aliran masuk modal asing ke negara berkembang karnea imbal hasil surat utang AS kembali naik. 

Baca Juga: Tahun Ini, Unitlink Pendapatan Tetap Diproyeksikan Raih Hasil Positif

“KOndisi tersebut dapat menurunkan prospek pertumbuhan ekonomi dunia ke depan,” tambah Perry. 

Dengan demikian, Perry menekankan kalau kondisi tersebut perlu untuk direspons dengan penguatan kebijakan negara-negara di dunia, termasuk Indonesia. 

Penguatan kuda-kuda agar dampak negatif dari risiko perlambatan global tersebut tak memengaruhi kondisi masing-masing negara secara lebih lanjut. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×