kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.639.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.676   -107,00   -0,60%
  • IDX 6.668   72,11   1,09%
  • KOMPAS100 872   13,18   1,53%
  • LQ45 663   10,90   1,67%
  • ISSI 232   2,15   0,94%
  • IDX30 371   5,78   1,58%
  • IDXHIDIV20 459   8,65   1,92%
  • IDX80 100   1,57   1,60%
  • IDXV30 127   2,77   2,24%
  • IDXQ30 119   2,33   2,00%

BI: Jumlah entrepreneur di Indonesia masih minim


Rabu, 20 November 2013 / 13:37 WIB
ILUSTRASI. Pecalang di area Monumen Kapten Anumerta Ida Bagus Putu Japa, Denpasar, Bali, Kamis (3/3/2022). Cuaca besok di Jawa dan Bali cerah hingga hujan ringan, menurut prakiraan BMKG. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Jumlah entrepreneur atau wirausahawan di Indonesia masih sangat minim. Padahal, kehadiran entrepreneur ini penting untuk semakin meningkatkan produksi dalam negeri.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, entrepreneur di Indonesia sekarang ini hanya berjumlah 1,56% dari total jumlah penduduk.

Jumlah itu jauh di bawah negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura yang porsinya sudah lebih dari 4%.

"Idealnya itu mencampai 2%," ujar Agus dalam pembukaan Global Entrepreneurship Week 2013 di Jakarta, Rabu (20/11).

Agus menjelaskan, dengan semakin tingginya jumlah entrepreneur di Indonesia maka akan sangat membantu dalam hal penurunan impor.

Apalagi, entrepreneur yang banyak bergerak di sektor usaha kecil menengah (UKM) ini paling besar menyumbang kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB), yaitu sebesar 57%.

Penciptaan entrepreneur, menurut Agus, perlu dilakukan secara integral dengan penguasaan science dan teknologi. Sehingga entrepreneur yang dihasilkan akan mandiri dan inovatif.

Pada ujungnya, penciptaan entrepreneur yang berkualitas ini nantinya akan membantu Indonesia dalam peningkatan daya saing menghadapi komunitas ASEAN 2015 mendatang.

"Mampukah kita gerakkan UKM yang sedemikian besar di Indonesia untuk diperhitungkan dalam mata rantai regional?" tandas Mantan Menteri Keuangan ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×