kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.707.000   2.000   0,12%
  • USD/IDR 16.338   -60,00   -0,37%
  • IDX 6.586   -163,86   -2,43%
  • KOMPAS100 968   -28,99   -2,91%
  • LQ45 751   -19,11   -2,48%
  • ISSI 205   -6,08   -2,88%
  • IDX30 390   -9,93   -2,48%
  • IDXHIDIV20 470   -12,37   -2,56%
  • IDX80 109   -3,03   -2,69%
  • IDXV30 115   -3,66   -3,09%
  • IDXQ30 128   -3,48   -2,65%

BI: Jangan harap 100% devisa masuk Indonesia


Jumat, 12 April 2013 / 17:46 WIB
BI: Jangan harap 100% devisa masuk Indonesia
ILUSTRASI. Bus pariwisata White Horse milik PT Weha Transportasi Indonesia Tbk (WEHA), dahulu bernama PT Panorama Transportasi Tbk.


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Langkah yang dibuat Bank Indonesia untuk mengharapkan berbagai perusahaan multinasional melaporkan Devisa Hasil Ekspor (DHE) ke bank-bank di dalam negeri membuahkan hasil. Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah menyatakan bahwa sudah sekitar 90% perusahaan memarkirkan DHE-nya ke bank devisa di Indonesia.

“Beberapa langkah sudah kita masukkan supaya DHE lebih cepat masuk,” ucap Asisten Gubernur BI Perry Warjiyo, Jumat, (12/4). Karena ini, berbagai perusahaan dari bermacam-macam sektor sudah memasukkan DHE. “Perusahaan multinasional elektronik sudah kita sampaikan. Minyak dan gas juga,” sebutnya.

Ia mengatakan, perusahaan migas harus menghitung biaya recovery untuk memasukkan DHE. Perry menyebut, BI pun sudah membicarakan hal ini dengan perusahaan-perusahaan tersebut. Sehingga ditentukan bahwa selama periode tertentu DHE tersebut sudah harus masuk ke bank di dalam negeri.

Namun, disebutnya bahwa kita tak bisa berharap DHE yang masuk ke bank di Indonesia dari seluruh perusahaan bisa mencapai 100%. “Jangan harap di negara pun 100% akan masuk,” ujar Perry.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Finance for Non Finance Entering the Realm of Private Equity

[X]
×