kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.110   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

BI: Investor asing bakal masuk Indonesia lagi


Senin, 07 Mei 2018 / 06:38 WIB
ILUSTRASI. Petugas menghitung uang kertas mata uang rupiah


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) optimistis pasar keuangan Indonesia masih berada dalam kondisi stabil meskipun masih berada dalam bayang-bayang menguatnya dollar Amerika Serikat (AS).

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah mengatakan, optimisme ini dapat tercermin dari dua hal. Pertama, investor jangka panjang yang masih bertahan di pasar keuangan domestik karena melihat fundamental perekonomian Indonesia yang baik dari segi fiskal maupun moneter.

Kedua, akan meredanya penyesuaian portofolio asing yang disebabkan oleh tidak konsistennya tekanan global. Hal itu juga didukung tingkat yield Indonesia yang kompetitif. Bila risk off globalnya sudah reda (risk on) investor global akan masuk lagi ke Indonesia, kata Nanang kepada KONTAN, Jumat (4/5).

Nanang mengakui, memang sulit untuk memperkirakan kapan penyesuaian portofolio akan berakhir. Namun, dia memperkirakan, investor asing akan banyak masuk ke Indonesia seiring masuknya Indonesia ke Barclays Bloomberg Index.

Indonesia akan masuk ke Barclays Bloomberg Index bulan Juni. Biasanya passive investor dipastikan akan masuk ke Indonesia karena mereka akan mereplikasi komposisi portofolionya sesuai dengan komposisi bobot pada global index tersebut, jelas Nanang.

Menurut Nanang, sepanjang episode penyesuaian portofolio yang terjadi, investor selalu kembali ke Indonesia. Sebab, jarang  emerging market yang menawarkan yield menarik seperti di Indonesia, dibandingkan negara-negara lain.

Yield SUN bertenor 10 tahun yang berada di kisaran 6,9% pada saat ini dinilai kenarik. Sebab, angka ini lebih tinggi ketimbang negara emerging market lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×