kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

BI: Inflasi yang rendah dipengaruhi tren deflasi


Senin, 02 Desember 2013 / 18:55 WIB
ILUSTRASI. Piala Dunia 2022.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi di November 2013 sebesar 0,12%. Meskipun naik dari bulan sebelumnya, inflasi masih dalam tren menurun.

Direktur Eksekutif Komunikasi Bank Indonesia (BI) Difi Johansyah mengatakan, inflasi yang rendah ini dipengaruhi oleh masih berlanjutnya deflasi di kelompok volatile food. Yaitu, deflasi 0,57% (month to month) akibat koreksi harga cabai terutama di Jawa dan Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Selain itu, terjadi pula penurunan harga daging ayam ras di hampir seluruh wilayah Indonesia. Di sisi lain, inflasi inti November juga melambat 0,2% dibanding Oktober.

"Sehingga, BI memperkirakan inflasi tahun 2013 akan di bawah 9%," tandas Difi dalam siarn persnya di Jakarta, Senin (2/12).

Sebelumnya, Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan inflasi hingga akhir tahun bisa berada di kisaran 8,4%. Dengan melihat inflasi tahun kalender dari Januari hingga November 2013 sebesar 7,79%, maka inflasi total akan sekitar 8,4%, di mana biasanya inflasi di Desember akan berada di kisaran 0,4%-0,5%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×