kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BI & ESDM beda pendapat soal biaya bansos


Kamis, 13 April 2017 / 14:07 WIB


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Bank Indonesia (BI) memiliki pandangan berbeda terkait kebutuhan biaya pada program penyaluran bantuan sosial (bansos) secara non tunai melalui sistem perbankan. Pasalnya, bank akan mengeluarkan biaya dalam pengembangan sistem bansos secara elektronik.

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, agar bank-bank BUMN yang ikut berpartisipasi dalam memberikan layanan bansos non tunai tidak menerapkan biaya transaksi. “Kepada perbankan, jangan ada charge yang dikenakan kepada penerima bansos secara non tunai,” ujarnya, Kamis (13/4).

Sedangkan, Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo mengatakan, tentu ada biaya yang dikeluarkan dalam pengembangan sistem penyaluran bansos secara elektronik karena ada dukungan teknologi informasi (TI). “Untuk itu, bank boleh menjaga margin namun tidak boleh berlebihan,” terang Agus.

Pungky P. Wibowo, Direktur Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI menjelaskan, ada biaya yang ditanggung oleh perbankan ketika menjalankan program ini. Namun, ia yakin bank-bank BUMN dapat menjalankan program ini secara baik dengan mengambil manfaat dari financial inclusion.

Harapannya, program bansos secara elektronik ini dapat mendorong para penerima bansos untuk menyimpan uang mereka di sistem perbankan sehingga ada ketertarikan masyarakat untuk menabung. Ujungnya, perbankan akan mendapatkan manfaat seperti penerima tabungan dari masyarakat kecil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×