kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

BI disarankan tahan suku bunga acuan karena pertimbangan ini


Senin, 18 Mei 2020 / 09:21 WIB
ILUSTRASI. Gedung kantor pusat Bank Indonesia, Jakarta.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

Salah satu hal yang menyebabkan inflasi pada bulan tersebut rendah adalah lemahnya permintaan selama pandemi. Ini juga seiring dengan diberlakukannya kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang menyebabkan permintaan barang dan jasa lebih rendah.

"Padahal dalam keadaan normal, konsumsi rumah tangga selalu memuncak selama bulan Ramadan," tambah Teuku Riefky.

Baca Juga: Kurangi Dampak Ekonomi, Aturan PSBB Diperlonggar

Sehingga untuk ke depannya, lembaga tersebut masih melihat inflasi akan rendah, di dekat ambang batas bawah target bank sentral yang sebesar 3%±1%, tetapi tetap terkendali. Rendahnya inflasi juga akan seiring dengan rendahnya risiko dampak dari supply shock akibat permintaan yang sangat lemah.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2020 juga lebih rendah dari ramalan pemerintah dan BI. Pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama tahun ini tercatat 2,97% yoy atau jauh di bawah sejumlah konsensus yang sekitar 4% yoy.

Dengan melihatnya perkembangan di kuartal I-2020 seperti melemahnya permintaan, gangguan pada rantai pasok global, dan harga komoditas global yang lebih rendah, maka diperkirakan masih ada tekanan lebih lanjut pada perekonomian Indonesia di kuartal II-2020 dan kuartal III-2020.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×