kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.028.000   16.000   0,53%
  • USD/IDR 16.819   -86,00   -0,51%
  • IDX 8.386   114,42   1,38%
  • KOMPAS100 1.181   17,31   1,49%
  • LQ45 846   10,89   1,30%
  • ISSI 299   4,24   1,44%
  • IDX30 443   6,50   1,49%
  • IDXHIDIV20 527   5,34   1,02%
  • IDX80 132   1,68   1,29%
  • IDXV30 144   0,85   0,59%
  • IDXQ30 142   1,77   1,26%

BI Catat Uang Beredar Tumbuh 10% Menjadi Rp 10.117 Triliun di Januari 2026


Senin, 23 Februari 2026 / 10:44 WIB
BI Catat Uang Beredar Tumbuh 10% Menjadi Rp 10.117 Triliun di Januari 2026
ILUSTRASI. Serambi penukaran uang rupiah BI Sulbar (ANTARA FOTO/AKBAR TADO)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) melaporkan, likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Januari 2026 tumbuh lebih tinggi.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mencatat, M2 pada Januari 2026 sebesar Rp 10.117,8 triliun, atau tumbuh sebesar 10,0% year on year (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Desember 2025 sebesar 9,6% yoy.

“Peningkatan M2 pada Januari 2026 terutama dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus) dan penyaluran kredit,” tutur Denny dalam keterangannya, Senin (23/2/2026).

Baca Juga: BI: Pertumbuhan Uang Primer Melambat Jadi Rp 2.117,6 Triliun pada Oktober 2025

Tagihan bersih kepada Pempus mencapai Rp 849,9 triliun atau tumbuh sebesar 22,6% yoy, meningkat dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 13,6% yoy.

Kemudian didorong juga oleh penyaluran kredit pada Januari 2026 yang mencapai Rp 8.416,4 triliun atau tumbuh sebesar 10,2% yoy, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Desember 2025 sebesar 9,3% yoy.

Sedangkan aktiva luar negeri bersih tumbuh sebesar Rp 5,5% yoy Rp 2.151,4 triliun, namun pertumbuhannya lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencapai 8,9% yoy.

Baca Juga: BI Mencatat Uang Beredar Tumbuh 8%, Capai Rp 9.771,3 Triliun Pada September 2025

Adapun berdasarkan komponennya, perkembangan M2 didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar Rp 5.923,3 triliun atau tumbuh 14,9% yoy, meningkat dari bulan sebelumnya sebesar 14% yoy, serta uang kuasi mencapai Rp 4.148 triliun atau tumbuh 5,4% yoy, lebih rendah dari bulan sebeslumnya sebesar 5,6% yoy.

Selanjutnya: Pasar Volatil, Emiten Berdividen Menarik Bisa Jadi Strategi Investasi

Menarik Dibaca: Kantong Aman! Semua Promo HokBen Februari Bikin Makan Puas & Hemat Mulai Rp 10 Ribuan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×