kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.641.000   -14.000   -0,53%
  • USD/IDR 18.029   44,00   0,24%
  • IDX 5.920   -66,35   -1,11%
  • KOMPAS100 771   -10,72   -1,37%
  • LQ45 588   -6,98   -1,17%
  • ISSI 204   -2,14   -1,04%
  • IDX30 333   -3,75   -1,11%
  • IDXHIDIV20 412   -3,43   -0,82%
  • IDX80 88   -1,18   -1,32%
  • IDXV30 111   -1,21   -1,07%
  • IDXQ30 107   -0,95   -0,88%

BI Catat Hingga Pekan Ketiga Agustus 2022 Ada Deflasi 0,14%


Minggu, 21 Agustus 2022 / 15:45 WIB
ILUSTRASI. Pedagang menata bahan makanan yang dijual di Pasar Senen, Jakarta, Selasa (7/6/2022). Bank Indonesia (BI) melihat adanya penurunan harga atau deflasi pada pekan ketiga Agustus 2022.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) melihat adanya penurunan harga  atau deflasi pada pekan ketiga Agustus 2022. Berdasarkan survei pemantauan harga BI, deflasi pada minggu ketiga Agustus 2022 sebesar 0,14% mom.

Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, sumber deflasi pada pekan laporan adalah komoditas bawang merah, cabai merah, minyak goreng, cabai rawit, hingga daging ayam ras.

"Komoditas bawang merah mengalami deflasi 0,16% mom, cabai merah turun 0,11% mom, minyak goreng turun harga sebesar 0,07% mom, cabai rawit turun 0,06% mom, dan daging ayam ras turun 0,05% mom," tulis Erwin dalam keterangannya, Jumat (19/8).

Baca Juga: Jika Harga Pertalite Naik, Inflasi Diperkirakan Bisa Tembus 8%

Selain beberapa komoditas tersebut, Erwin juga melihat penurunan harga pada komoditas sperti tarif angkutan udara sebesar 0,03% mom, tomat sebesar 0,02% mom, serta bayam dan jeruk yang masing-masing turun harga 0,01% mom.

Sebaliknya, masih ada beberapa komoditas yang mengalami peningkatan harga (inflasi), yaitu bahan bakar rumah tangga (BBRT) sebesar 0,08% mom, rokok kretek filter yang naik 0,03% mom, serta telur ayam ras, air kemasan, dan beras yang masing-masing naik 0,01% mom.

Ke depan, BI akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk tetap mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan eksternal yang meningkat, serta terus mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut.

Baca Juga: Jelang RDG BI, Bagaimana Ekspektasi Pasar Terhadap Kebijakan Suku Bunga?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×