kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

BI belum hitung dampak inflasi akibat erupsi kelud


Selasa, 18 Februari 2014 / 16:26 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan arahan kepada seluruh menteri, kepala lembaga, kepala daerah, pimpinan BUMN, Pangdam, Kapolda dan Kajati di Jakarta, Kamis (29/9/2022). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/YU


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Erupsi Gunung Kelud yang terjadi pada Kamis malam pekan lalu, diperkirakan memberikan dampak pada inflasi di bulan Februari 2014. Namun demikian, Bank Indonesia (BI) belum menghitung berapa besar dampak erupsi tersebut.

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Doddy Zulverdi mengatakan, BI belum berkoordinasi dengan Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID) untuk melihat seberapa besar lahan pertanian yang terkena hantaman erupsi kelud. Data lahan pertanian yang terkena erupsi dinilai penting sebagai bahan perhitungan BI memonitor tekanan inflasi.

"Kita belum ada angkanya," ujar Doddy di Jakarta, Selasa (18/2).

Doddy menjelaskan, selain soal lahan pertanian yang terkena erupsi, BI juga akan melihat lahan pertanian yang tidak terkena erupsi.

Misal, apakah wilayah yang tidak terkena erupsi ini bisa mengganti kebutuhan pangan nasional yang ditopang oleh daerah yang terkena erupsi. Semua data ini nantinya dilihat dan ditelisik oleh BI untuk melihat kemungkinan inflasi di bulan Februari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×