Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli
Dari sisi perdagangan, Perry melihat dampak langsungnya tidak terlalu besar karena mengingat hubungan perdagangan antara Indonesia dan kedua negara tersebut tidak sebesar negara mitra dagang lain.
Namun, dengan peningkatan harga komoditas, Indonesia bisa mendapatkan berkah berupa peningkatan ekspor terutama non minyak dan gas (non migas).
Dengan kondisi ini, neraca perdagangan Indonesia berpotensi masih mencetak surplus selama beberapa waktu ke depan.
Baca Juga: BI Diprediksi Akan Kerek Suku Bunga pada Tahun Ini, Ini Respons Bank Mandiri
Dari sisi keuangan, Perry melihat ini memang memberikan dampak berupa hengkangnya arus modal asing dari negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
Apalagi, para investor mencari aset yang lebih aman (safe haven asset) dan tentu akan berpengaruh pada nilai tukar rupiah. “Namun, implikasinya pada nilai tukar rupiah sejauh ini tetap terjaga. Karena kami melihat nilai tukar rupiah ada kecenderungan apresiasi,” tandas Perry.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News