kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.020   39,00   0,22%
  • IDX 5.916   40,29   0,69%
  • KOMPAS100 770   5,43   0,71%
  • LQ45 584   2,70   0,46%
  • ISSI 205   1,22   0,60%
  • IDX30 331   1,85   0,56%
  • IDXHIDIV20 408   2,21   0,55%
  • IDX80 87   0,50   0,57%
  • IDXV30 110   0,09   0,09%
  • IDXQ30 107   0,43   0,40%

BGN: Pengadaan Puluhan Ribu Motor Listrik MBG Demi Jangkau Daerah Terpencil dan Gang


Kamis, 16 April 2026 / 14:25 WIB
BGN: Pengadaan Puluhan Ribu Motor Listrik MBG Demi Jangkau Daerah Terpencil dan Gang
ILUSTRASI. Uji coba MBG prasmanan di Malang (ANTARA FOTO/ARI BOWO SUCIPTO)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan pengadaan puluhan ribu motor listrik untuk mendukung operasional Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sonjaya menjelaskan motor listrik itu nantinya akan digunakan untuk daerah terpencil dan sekolah-sekolah di dalam gang yang tidak bisa di akses dengan mobil.

"Jadi untuk seluruh daerah terutama yang terpencil, termasuk Jakarta juga untuk sekolah-sekolah yang masuk ke dalam gang perlu sepeda karena mobil tidak bisa masuk," kata Sony dalam Konferensi Pers di Kantor Kemenko PMK, Kamis (16/4/2026). 

Baca Juga: Bea Cukai: Baru 10% Jemaah Haji Manfaatkan Pembebasan Pajak Barang Kiriman

Selain itu, Sony juga menegaskan bahwa pengadaan motor listrik ini memang telah dianggarkan dalam alokasi anggaran BGN di tahun 2025. 

Sony turut memastikan proses pengadaan barang dan jasa telah melalui mekanisme yang sesuai dengan aturan. 

"Apabila memang ada penyimpangan, ya tentu itu menjadi ranah para penegak hukum ya," lanjut Sony. 

Sony turut membantah narasi yang beredar di publik bahwa BGN mengalokasikan lebih dari Rp 4 triliun untuk pengadaan alat makan. 

Menurutnya pengadaan telah dilakukan secara proporsional dan sesuai dengan kebutuhan. 

"Namun kami yakin pengadaan itu sudah melalui proses pengadaan barang dan jasa," ungkap Sony. 

Baca Juga: Mayoritas Perusahaan Tahan Rekrutmen, Menaker: Tidak Hanya Terjadi di Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU

[X]
×