kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.677.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.825   -17,00   -0,10%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Bertemu bos Gojek, Jusuf Kalla: Anak muda yang sukses bisnis tak harus jadi menteri


Selasa, 16 Juli 2019 / 20:01 WIB


Reporter: | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menepis isu yang beredar bahwa bos Gojek yang juga pengusaha muda Nadiem Makarim bakal masuk dalam Kabinet Presiden Joko Widodo periode kedua.

Hal itu diungkapkan JK usai bertemu dengan CEO Gojek tersebut di Kantor Wapres, Selasa (16/7). JK mengungkapkan bahwa Nadiem merupakan generasi muda yang memiliki kemampuan di sektor bisnis.

Baca Juga: Jusuf Kalla sebut ia diberitahu Jokowi sebelum pertemuan dengan Prabowo

"Menurut saya, generasi muda seperti Nadiem butuhnya di bisnis," ujar JK di Kantor Wapres. 

Nadiem dinilai telah memiliki kemampuan bisnis yang tidak hanya dikenal di dalam negeri, melainkan juga hingga ke luar negeri. Sementara kerja menteri dinilai terbatas. Indonesia juga tidak hanya membutuhkan sosok menteri. Sosok pengusaha juga dibutuhkan Indonesia untuk mendongkrak ekonomi.

Baca Juga: CEO GOJEK Nadiem Makarim mendapat penghargaan Nikkei Asia Prize

"Jadi jangan anak muda yang sukses di bisnis didorong jadi birokrat, di pemerintahan, jangan, justru lebih penting di bisnis," terang JK.

Sementara itu, JK juga menyatakan sepakat terhadap kriteria Jokowi yang membutuhkan menteri berani. Hal itu penting untuk mengambil keputusan yang cepat sehingga pertumbuhan bisa ikut sejalan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×