kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.980.000   16.000   0,81%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Bertemu Bank Dunia, Sri Mulyani Bahas Potensi Pembiayaan dengan BUMN dan Danantara


Jumat, 25 April 2025 / 11:59 WIB
Bertemu Bank Dunia, Sri Mulyani Bahas Potensi Pembiayaan dengan BUMN dan Danantara
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menggelar pertemuan dengan Chief Financial Officer World Bank, Anshula Kant, dan Treasurer World Bank, Jorge Familiar, di Washington D.C., Amerika Serikat.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menggelar pertemuan dengan Chief Financial Officer World Bank, Anshula Kant, dan Treasurer World Bank, Jorge Familiar, di Washington D.C., Amerika Serikat, pada Rabu (23/4). 

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat kemitraan strategis antara Indonesia dan Bank Dunia.

Dalam pertemuan tersebut, Sri Mulyani menyampaikan pentingnya eksplorasi terhadap berbagai instrumen pembiayaan inovatif, khususnya yang dapat mendorong keterlibatan sektor swasta dalam pembiayaan pembangunan.

"Kami mendalami berbagai peluang pemanfaatan instrumen pembiayaan yang lebih inovatif, termasuk bagaimana mendorong keterlibatan sektor privat secara lebih luas dalam pembiayaan proyek-proyek strategis," ujar Sri Mulyani dalam unggahan di instagram pribadinya, Jumat (25/4).

Ia juga menekankan pentingnya fleksibilitas dalam dukungan pembiayaan dari Bank Dunia, terutama bagi negara berkembang seperti Indonesia.

Salah satu topik penting yang menjadi pembahasan adalah potensi kerja sama pembiayaan antara World Bank dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan lembaga pengelola investasi nasional, Danantara.

Sri Mulyani, skema ini berpotensi besar untuk mendanai proyek-proyek pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat, seperti transportasi publik, pengelolaan sampah, dan manajemen air bersih.

Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani juga menegaskan bahwa dalam pengelolaan pembiayaan proyek, Indonesia akan terus menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko yang baik.

"Tentunya dengan tetap memperhatikan aspek prudent dan mitigasi risiko dalam pengelolaan pembiayaan," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×