kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   25.000   0,96%
  • USD/IDR 17.752   -9,00   -0,05%
  • IDX 6.480   17,33   0,27%
  • KOMPAS100 849   -3,70   -0,43%
  • LQ45 645   -3,88   -0,60%
  • ISSI 227   2,97   1,32%
  • IDX30 358   -2,50   -0,69%
  • IDXHIDIV20 446   -3,29   -0,73%
  • IDX80 97   -0,40   -0,41%
  • IDXV30 124   -0,24   -0,19%
  • IDXQ30 115   -0,94   -0,81%

Bermodal ban bekas, TNI AD temukan cat anti radar


Kamis, 25 Agustus 2016 / 10:31 WIB


Sumber: TribunNews.com | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Siapa sangka ban bekas bisa menjadi barang berharga? Hal ini dibuktikan oleh para personel Komando Resort Militer / Korem 044 Palembang, Sumatera Selatan, ban bekas disulap menjadi bahan cat antiradar .

"Ide dari komandan Korem, Kolonel Punto, sekitar bulan Mei lalu. Diambil dari ban bekas, dibuang kawat-kawatnya. Lalu kita proses," kata Kasie Ops Korem 044 Palembang Letkol Wahyu, dalam rakornis program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD), di Balai Samudera, Jakarta Utara, Rabu (24/8/2016).

Wahyu menjelaskan, dari ban bekas, serbuk cat anti radar itupun berwarna hitam. Untuk itu dirinya optimis, jika sebuah bangunan atau kapal diolesi benda tersebut, maka radar musuh tidak akan bisa mendeteksi. "Bangunan kita cat pakai (serbuk) itu tidak terdeteksi. Kapal juga," kata Wahyu.

Sebelum diperkenalkan kepada Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono, yang membuka Rakornis TMMD, Wahyu mengaku telah menguji temuan cat anti radar tersebut.

Waktu itu, sebuah bangunan diolesi dan dicoba dideteksi dengan sebuah sinyal sonar. Namun, reaksinya justru menolak sinyal. "Ini menolak sinyal. Baru kami uji pakai sinyal, pakai radar sonar," katanya.

(Wahyu Aji)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×