kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Bencana memecut inflasi


Kamis, 28 Oktober 2010 / 13:13 WIB
ILUSTRASI. Benny Rachmadi - Menadah Rezeki dari Pembagian Dividen


Reporter: Martina Prianti | Editor: Edy Can

JAKARTA. Bencana alam yang terjadi di sejumlah daerah berpotensi memecut laju inflasi. Kendati demikian, pemerintah memastikan inflasi masih dalam radius lima plus minus satu, sesuai dengan kisaran target pemerintah.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, bencana membuat permintaan bahan pokok tinggi sehingga bisa melambungkan harga. Dia berharap tekanan terhadap inflasi di daerah-daerah bencana ini bisa diimbangi dengan daerah lainnya. "Karena pengaruh Lebaran sudah lewat," kata Agus, (28/10).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada bulan lalu-September 2010 lalu mencapai 0,44%. Ini terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok sandang. Sebelumnya, BPS memperkirakan tekanan terhadap inflasi mulai mereda pada bulan-bulan mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×