kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45823,04   -9,71   -1.17%
  • EMAS953.000 0,85%
  • RD.SAHAM -0.61%
  • RD.CAMPURAN -0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Benarkah varian Delta bisa menular hanya dengan berpapasan? Ini kata Kemenkes


Rabu, 23 Juni 2021 / 16:31 WIB
Benarkah varian Delta bisa menular hanya dengan berpapasan? Ini kata Kemenkes
ILUSTRASI. Warga melintas di depan mural bertemakan Lawan Covid-19 di kawasan Gudang Peluru, Jakarta, Selasa (22/6/2021). Virus corona baru varian Delta dipastikan lebih cepat menular beberapa kali lipat. KONTAN/Fransiskus Simbolon

Sumber: Kompas.com | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Virus corona baru varian Delta atau B.1.617 yang pertama kali ditemukan di India dipastikan lebih cepat menular beberapa kali lipat. 

Bahkan, sejumlah pemberitaan di Australia menyebutkan, penularan varian baru virus corona itu bisa terjadi hanya dengan berpapasan. 

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, penularan Covid-19 lewat kontak kilat seperti berpapasan perlu dikaji lebih lanjut. 

"Kalau ini (penularan terjadi hanya dengan berpapasan) perlu studi lebih lanjut, karena saat ini penularan Covid-19 banyak terjadi akibat mobilitas yang tinggi saat Lebaran," kata Nadia kepada Kompas.com, Rabu (23/6). 

Baca Juga: Waspada! Ada varian virus corona Delta plus yang lebih menular terdeteksi di India

Menurut Nadia, yang jelas, varian Delta enam kali lebih cepat menular dibandingkan dengan virus corona awal. "Jadi, pasti akan cepat penularannya," ujarnya. 

Senada, Ahli Epidemiologi dari Griffith University Australia Dicky Budiman bilang, varian Delta memang lebih cepat menular karena memiliki kemampuan reproduksi 6-8 kali. 

"Artinya, dari satu orang bisa menularkan ke enam atau delapan orang karena efektif banget," katanya kepada Kompas.com. 

Namun, menurut Dicky, penularan varian Delta lewat berpapasan bisa terjadi karena perilaku masyarakat di Australia yang kurang patuh dalam menggunakan masker. 

Baca Juga: Pandemi covid-19 menghambat aktivitas, begini kata epidemiolog

"Sering kali berpapasan sambil bicara atau sambil ngobrol ditelepon atau batuk bicara keras, itu cukup, ketika kita berpapasan terhirup itu bisa terpapar kalau dia sama-sama tidak pakai masker ditambah varian Delta," sebut dia. 

Oleh karenanya, Dicky meminta masyarakat untuk menggunakan masker secara berlapis dan menjaga jarak, sehingga bisa menurunkan risiko penularan. 

"Di Australia, jangan kan (Negara Bagian) New South Wales, di Queensland yang paling bagus saja pengendaliannya kebiasaan orang memakai maskernya rendah banget, kurang dari 10 persen yang memakai masker dan itu yang membuat risiko besar," ungkapnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Varian Delta Disebut Bisa Menular Saat Berpapasan, Ini Kata Kemenkes"

Penulis: Haryanti Puspa Sari
Editor: Krisiandi

Selanjutnya: Daerah kewalahan, Ridwan Kamil minta tak ada libur panjang lagi

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
MiniMBA on Problem Solving using world class consultants approach Sukses Memimpin: Kunci Kepemimpinan Asertif Batch 2

[X]
×