Reporter: Siti Masitoh | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi pemerintah menjadi komponen pengeluaran dengan pertumbuhan tertinggi pada kuartal II-2026. Peningkatan ini didorong oleh akselerasi belanja pegawai serta belanja barang dan jasa, termasuk realisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Berdasarkan data BPS, konsumsi pemerintah tumbuh 15,97% secara tahunan (year on year/yoy). Angka tersebut jauh melampaui pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang mencapai 5,06% maupun Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh 6,87%.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud mengatakan, lonjakan konsumsi pemerintah didorong oleh meningkatnya realisasi belanja pegawai serta belanja barang dan jasa pada kuartal II-2026.
“Konsumsi pemerintah ini didorong oleh peningkatan realisasi belanja pegawai serta belanja barang dan jasa," ujar Edy dalam konferensi pers, Rabu (5/8/2026).
Baca Juga: Uji Coba Rampung, Danantara: PT Jalin Siap Implementasi Pajak Digital Luar Negeri
Menurut Edy, kenaikan belanja pegawai terutama berasal dari pembayaran gaji ke-13 bagi aparatur sipil negara (ASN), TNI, dan Polri, serta percepatan pembayaran tunjangan bagi tenaga pendidik non-PNS.
Di sisi lain, peningkatan belanja barang dan jasa ditopang oleh berbagai program pemerintah, terutama pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini mendorong peningkatan kebutuhan pengadaan bahan pangan, jasa katering, distribusi makanan, hingga berbagai kebutuhan operasional lainnya.
BPS mencatat realisasi anggaran Program MBG hingga Juni 2026 mencapai Rp 98,8 triliun. Dari jumlah tersebut, realisasi pada kuartal I mencapai Rp 54,1 triliun, sedangkan pada kuartal II sebesar Rp 44,7 triliun.
Meskipun realisasi pada kuartal II lebih rendah dibandingkan kuartal I, nilainya meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang baru mencapai Rp 2,9 triliun.
“Kalau realisasinya belanja pemerintah bertambah ini akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Karena setiap rupiah yang dibelanjakan pemerintah masuk ke dalam dunia usaha dan itu berputar dan akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.
Baca Juga: Ada 52,46 Juta Orang, Mayoritas Penduduk Bekerja Indonesia Masih Lulusan SD ke Bawah
Meski menjadi komponen pengeluaran dengan pertumbuhan paling tinggi, kontribusi konsumsi pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II-2026 tercatat sebesar 7,57%.
Sementara itu, konsumsi rumah tangga dan PMTB masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi sebesar 53,32%, sedangkan PMTB menyumbang 29,36%.
Secara keseluruhan, kedua komponen tersebut menyumbang 82,68% terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
