kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45933,41   -6,83   -0.73%
  • EMAS915.000 -0,97%
  • RD.SAHAM -0.29%
  • RD.CAMPURAN -0.06%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.26%

Belanja negara tumbuh 4,2%, Sri Mulyani sebut akan mengakselerasi pemulihan ekonomi


Selasa, 23 Februari 2021 / 18:04 WIB
Belanja negara tumbuh 4,2%, Sri Mulyani sebut akan mengakselerasi pemulihan ekonomi
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani saat Kompas 100 CEO Forum yang diselenggarakan secara virtual, Kamis (21/1).

Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Laporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 menunjukkan realisasi belanja negara pada Januari lalu sebesar Rp 145,8 triliun. Angka tersebut tumbuh 4,2% dari realisasi sama tahun lalu senilai Rp 139,9 triliun. 

Adapun pencapaian belanja negara tersebut setara dengan 5,3% dari target APBN sejumlah Rp 2.750 triliun. “Dari sisi belanja APBN sebagai instrumen fiskal yang melakukan akselerasi pemulihan dan terlihat di dalam belanja yaitu semua tumbuh positif dibandingkan Januari tahun lalu,” kata Menkeu saat Konferensi Pers APBN 2021 Periode Januari, Selasa (23/2).

Adapun secara rinci, pertama realisasi belanja pemerintah pusat sebesar Rp 94,7 triliun atau 4,8% dari target sebesar Rp1.954,5 triliun. Untuk belanja Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp 48 triliun, setara 4,7% dari target.

Baca Juga: Jokowi: Ketersediaan vaksin Covid-19 harus untuk seluruh negara

Kemudian, belanja non K/L sebesar Rp 46,6 triliun, sama dengan 5,1% dari target akhir tahun ini sejumlah Rp 922,6 triliun.“Kalau dilihat belanja K/L itu belanja pegawainya relatif sama atau tidak banyak berubah namun belanja barang dan belanja modal serta belanja bansos melonjak sangat tinggi,” kata Sri Mulyani.

Bila dibedah, maka untuk belanja K/L meliputi belanja pegawai Rp 12,6 triliun, belanja barang Rp 3,5 triliun, belanja modal Rp 11,9 triliun, dan bantuan sosial Rp 20 triliun. 

“Kelihatan sekali bahwa bansos dalam rangka pandemi masih kita pertahankan dan dibandingkan tahun lalu yang dari Januari sampai Maret belum ada bansos kini meningkat dengan cukup besar,” kata Menkeu.

Di sisi lain Menkeu bilang, untuk belanja barang naik 7,2% didorong oleh belanja operasional dan pemeliharaan sarana dan prasarana publik. Sementara, belanja modal melonjak hingga lebih dari 500% di antaranya karena Kementerian PUPR telah membelanjakan Rp 8,6 triliun pada Januari atau lebih tinggi dari periode sama tahun lalu Rp 1,6 triliun.

Baca Juga: Wow, anggaran insentif PPnBM mobil sebesar Rp 2,99 triliun

“Dalam hal ini cukup melonjak sangat tinggi yang kita harapkan dapat berikan dampak positif terutama untuk belanja modal PUPR yang punya dampak positif ekonomi masyarakat,” katanya.

Kedua, realisasi belanja negara dari Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sebesar Rp 51,1 triliun pada Januari 2021. Angkat itu setara 6,4% dari target akhir 2021 senilai Rp 795,5 triliun. Adapun Realisasi TKDD t terdiri dari transfer ke daerah Rp 50,3 triliun dan Dana Desa sebesar Rp 800 miliar.

Sri Mulyani berharap dengan adanya dorongan belanja negara dari APBN, ekonomi dalam negeri di tahun ini bisa tumbuh positif sebesar 5%. Dalam jangka pendek di kuartal I-2021 diharapkan akan lebih baik dari realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2020 sebesar minus 2,19% year on year (yoy).

Selanjutnya: Sri Mulyani: Penerimaan pajak karyawan merosot karena banyak pengangguran

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Panduan Cepat Peningkatan Produktifitas Panduan Cepat Menganalisa dan Merumuskan Strategi Bisnis

[X]
×