kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Belanja Masyarakat Menurun pada Ramadan 2023


Selasa, 09 Mei 2023 / 19:52 WIB
Belanja Masyarakat Menurun pada Ramadan 2023
ILUSTRASI. Konsumsi masyarakat pada saat Ramadan 2023 terpantau melambat bila dibandingkan dengan Ramadan tahun 2022. KONTAN/Baihaki/


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konsumsi masyarakat pada saat Ramadan 2023 terpantau melambat bila dibandingkan dengan Ramadan tahun 2022. 

Data Bank Central Asia (BCA) Spending Index menunjukkan, rata-rata indeks belanja masyarakat selama Ramadan 2023 sebesar 126,5. 

Ini lebih rendah bila dibandingkan dengan rata-rata indeks belanja masyarakat selama Ramadan 2022 yang mencapai 139,7. 

Kepala Ekonom BCA David Sumual mengakui, memang tingkat konsumsi masyarakat pada Ramadan tahun ini tidak setinggi yang diharapkan. 

Baca Juga: Masyarakat Makin Selektif dalam Berbelanja

"Tidak setinggi tahun lalu. Tidak seperti yang diharapkan. Namun, ini tetap lebih tinggi dibandingkan dengan masa pandemi Covid-19," tutur David kepada Kontan.co.id, Selasa (9/5). 

David menduga, penuruan belanja tersebut sehubungan dengan beberapa hal. 

Pertama, penurunan harga komoditas yang mendorong pelemahan daya beli masyarakat yang berkecimpung dalam lapangan kerja terkait. 

Kedua, adanya perlambatan ekonomi beberapa sektor ekonomi seperti teknologi, sehingga mengurangi daya beli masyarakat di lapangan kerja terkait. 

Ketiga, ada pengurangan tenaga kerja yang membuat masyarakat harus hati-hati dalam berbelanja. 

Keempat, adanya berita mengenai ketidakpastian global yang kemudian membuat masyarakat kelas menengah dan atas untuk mengerem konsumsi. 

Akan tetapi, David berharap ke depan belanja masyarakat makin meningkat. Ini seiring dengan penguatan nilai tukar rupiah yang menekan inflasi impor (imported inflation) dan perbaikan ekonomi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×