kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Belanja dipangkas, defisit 2016 masih bengkak 2,5%


Rabu, 03 Agustus 2016 / 21:04 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Pemerintah memutuskan untuk kembali memangkas belanja mereka pada tahun 2016 ini. Pemangkasan belanja yang dilakukan kali ini mencapai Rp 133,8 triliun.

Pemangkasan tersebut dilakukan terhadap dua pos belanja. Pertama, belanja kementerian lembaga yang besarannya Rp 65 triliun. Kedua, transfer daerah yang besarannya mencapai Rp 68,8 triliun.

Sri Mulyani, Menteri Keuangan mengatakan, walau anggaran belanja dipotong, pemerintah memperkirakan, angka defisit anggaran tahun 2016 masih akan melebar. "Kami perkirakan akan mencapai 2,5%," katanya di Jakarta Rabu (3/8).

Angka perkiraan defisit tersebut lebih besar jika dibandingkan dengan angka yang dipatok dalam APBN-P 2016. Dalam APBN-P 2016, defisit dipatok di level 2,35%.

Sri mengatakan, pelabaran defisit tersebut disebabkan oleh adanya tambahan pembiayaan. "Tambahannya mencapai Rp 17 triliun," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×