kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.977   64,00   0,36%
  • IDX 5.689   45,52   0,81%
  • KOMPAS100 735   7,43   1,02%
  • LQ45 558   5,16   0,93%
  • ISSI 198   1,26   0,64%
  • IDX30 316   2,18   0,69%
  • IDXHIDIV20 390   0,29   0,07%
  • IDX80 84   0,79   0,95%
  • IDXV30 106   -0,25   -0,24%
  • IDXQ30 102   0,33   0,32%

Anggaran dipangkas, target laju ekonomi tetap 5,2%


Rabu, 03 Agustus 2016 / 20:14 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Meskipun memutuskan untuk kembali memangkas belanja negara, pemerintah tidak akan memangkas asumsi makro yang telah ditetapkan dalam APBN-P 2016. Sri Mulyani Indrawatai, Menteri Keuangan mengatakan, untuk pertumbuhan ekonomi, pada tahun 2016 ini pemerintah tetap PD dengan asumsi 5,2% yang telah ditetapkan.

Untuk inflasi, tetap dipertahankan di level 4%, SBN 5,5%. "Hanya untuk nilai tukar rupiah diubah, tadinya 13.500 per dolar akan menggunakan nilai terbaru 13.300," katanya di Jakarta Rabu (3/8).

Untuk harga minyak, Sri mengatakan, pemerintah tetap menggunakan asumsi harga sebesar US$ 40 per barel dan lifting minyak 820 barel per hari. Untuk lifting gas, angka juga masih dipatok di 1.150 barel setara minyak per hari.

Pemerintah memutuskan kembali memangkas anggaran belanja mereka pada tahun anggaran 2016 ini. Dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Kantor Presiden Rabu (3/8) mereka memutuskan untuk memangkas anggaran sampai dengan Rp 133,8 triliun atau naik hampir tiga kali lipat jika dibandingkan dengan pemangkasan belanja tahap I beberapa waktu lalu yang hanya sekitar Rp 50 triliun.

Sri mengatakan, pemotongan anggaran tersebut dilakukan untuk dua belanja. Pertama, anggaran belanja kementerian lembaga yang pemotongannya mencapai Rp 65 triliun.

Kedua, anggaran transfer daerah yang pemangkasannya mencapai Rp 68,8 triliun. Sri mengatakan, kebijakan pemangkasan dilakukan dengan beberapa pertimbangan.

Salah satunya, perkiraan penerimaan pajak sepanjang tahun 2016. "Perkiraaannya penerimaan negara tahun 2016 ini akan kurang Rp 219 triliun," katanya di Kantor Presiden.

Pramono Anung, Sekretaris Kabinet mengatakan, keputusan pemangkasan belanja tersebut sudah disetujui Presiden Joko Widodo. "Ini keputusan mengikat bagi seluruh kementerian/ lembaga," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×