kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.890.000   -66.000   -2,23%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Belanja 2019 lebih selektif, Sri Mulyani ingin ciptakan ruang fiskal


Rabu, 06 Juni 2018 / 10:41 WIB
Belanja 2019 lebih selektif, Sri Mulyani ingin ciptakan ruang fiskal
ILUSTRASI. Menkeu Sri Mulyani


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, para pengambil kebijakan di berbagai negara tengah berlomba menciptakan ruang fiskal di tengah kondisi ekonomi yang masih diliputi ketidakpastian. Ruang fiskal tersebut, akan menjadi bantalan (buffer) saat guncangan terjadi.

Makanya, pemerintah tengah membuat akumulasi ruang fiskal dari anggaran yang tetap mendukung pertumbuhan. Namun di sisi lain juga lebih selektif dalam pengelolaan belanja negara. Hal ini akan dilakukan mulai dari penyusunan APBN 2019.

"APBN kita sekarang sifatnya mencoba mengakumulasi buffer, menciptakan fiscal space tapi suportif secara selektif. Ini berarti sinyalnya pada K/L untuk belanja secara lebih efisien atau menggunakan KPBU (Kerja sama antara Pemerintah dan Badan Usaha) dan menyertakan swasta lebih banyak," kata Sri Mulyani di kantornya, Selasa (5/6) malam.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemkeu) Askolani mengatakan, belanja pemerintah tahun depan tetap tumbuh, namun tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut juga dilakukan untuk menjaga defisit APBN berada di level yang aman.

Lebih lanjut kata Askolani, di tahun politik nanti, biasanya belanja tidak akan teralisasi sebesar tahun-tahun sebelumnya. "Jadi dengan defisit yang rendah, kita bisa punya ruang yang cukup kalau terjadi apa-apa. Kita juga harus mengendalikan utang," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×