kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.888.000   -5.000   -0,17%
  • USD/IDR 17.167   9,00   0,05%
  • IDX 7.621   -2,20   -0,03%
  • KOMPAS100 1.052   -3,78   -0,36%
  • LQ45 757   -2,62   -0,35%
  • ISSI 277   -0,92   -0,33%
  • IDX30 403   -0,40   -0,10%
  • IDXHIDIV20 488   -0,78   -0,16%
  • IDX80 118   -0,36   -0,30%
  • IDXV30 138   0,41   0,30%
  • IDXQ30 129   -0,01   -0,01%

Belanda minta maaf atas kekerasan pasca Indonesia merdeka


Selasa, 10 Maret 2020 / 16:49 WIB
ILUSTRASI. Raja Belanda Willem-Alexander (kanan) dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti (kiri) berjalan setibanya di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta, Selasa (10/3/2020).


Reporter: Abdul Basith | Editor: Noverius Laoli

"Dua negara yang pernah berada di pihak yang berlawanan dapat menjalin hubungan yang semakin erat dan mengembangkan sebuah hubungan baru," terang Willem.

Sebelumnya pihak Belanda juga menekankan telah mengakui kemerdekaan Indonesia. Pengakuan tersebut disampaikan tahun 2005 lalu.

Baca Juga: Belanda boyong 110 perusahaan dalam kunjungan ke Indonesia

"Tahun 2005 Menteri Luar Negeri Belanda, Bernard Bot, menyampaikan mengenai political and moral acceptance," jelas Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Hal yang dilakukan Raja Belanda membawa elemen baru. Raja Belanda telah menyampaikan maaf untuk kejadian yang terjadi di masa lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×