kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.577.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Barantin: Nilai Ekspor Komoditas Karantina Rp 393,2 Triliun hingga 17 Desember 2025


Jumat, 19 Desember 2025 / 18:34 WIB
Barantin: Nilai Ekspor Komoditas Karantina Rp 393,2 Triliun hingga 17 Desember 2025
ILUSTRASI. Impor sapi dari Australia (Dok/Barantin) Badan Karantina Indonesia (Barantin) mencatat kinerja positif nilai ekspor komoditas karantina hingga akhir tahun 2025.


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Karantina Indonesia (Barantin) mencatat kinerja positif nilai ekspor komoditas karantina hingga akhir tahun 2025.

Kepala Barantin, Sahat Manaor Panggabean mengungkapkan, meski belum genap tahun 2025 berakhir namun nilai ekspor komoditas pertanian hampir sebesar capaian tahun lalu.

"Kalau tahun lalu itu kita angkanya Rp 396,1 triliun. Nah sekarang posisinya Rp 393,2 triliun (hingga 17 Desember 2025). Jadi masih ada sekitar delta nya sekitar Rp 3 triliun kurang, mudah-mudahan akhir tahun ini nilai ekspornya sama lah," ujarnya dalam Refleksi Akhir Tahun 2025 dan Outlook 2026, Jakarta, Jumat (19/12).

Baca Juga: Megawati Imbau Tidak Kirim Sembarang Baju Bekas ke Korban Bencana, Ini Alasannya

Dalam paparannya, Sahat menyebutkan, pihaknya berhasil melakukan sertifikasi sebanyak 2.619.241 sepanjang tahun ini hingga 17 Desember 2025.

Rinciannya, karantina hewan sebanyak 690.318 sertifikat, karantina ikan 799.046 sertifikat dan karantina tumbuhan sebanyak 1.129.877 sertifikat.

Adapun dari jumlah tersebut terbagi sertifikasi untuk impor sebanyak 138.365, ekspor mencapai 374.279 serta antar area sebanyak 2.106.597.

Lebih lanjut, Sahat menyampaikan, pihaknya bakal berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk menghitung berapa besar sumbangsih perekonomian dari sektor karantina.

"Kadang-kadang saya suka iseng, ini nilai ekspor yang kita kerjakan ini kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi seperti apa sih. Saya sudah bicara dengan BPS," tandasnya.

Sejauh ini, lanjut Sahat, pihaknya baru mencatat kontribusi Barantin terhadap perkembangan ekonomi pada dua wilayah yakni Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BBKHIT) Bali sebesar 0,29% dan BBKHIT Sulawesi Selatan (Sulsel) sebesar 3,37% pada kuartal III-2025.

Baca Juga: Sinergi Djarum Foundation, Pemerintah, dan Peneliti Bawa Asa Konservasi Elang Jawa

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×