kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Bapanas: Defisit Produksi Jadi Momok Kenaikan Harga Beras Dalan Negeri


Minggu, 25 Februari 2024 / 10:31 WIB
Bapanas: Defisit Produksi Jadi Momok Kenaikan Harga Beras Dalan Negeri
ILUSTRASI. Harga beras sudah menyentuh Rp 16.000 per kilogram di pasaran.


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga beras masih melambung jelang Ramadan ini. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi mengatakan harga beras yang bergejolak belakangan ini lantaran produksi tengah mengalami depresiasi. Disparitas antara produksi dan konsumsi beras nasional terus mengalami defisit dalam 8 bulan terakhir. 

"Meskipun total tahun 2023 kita masih surplus 340 ribu ton, tapi kemudian di Januari dan Februari 2024 ini, produksi versus konsumsi kita minus 2,8 juta ton," ungkap Arief, Sabtu (24/2). 

Defisit ini berdampak pada kenaikan harga gabah yang mencapai Rp 8.000-8.500/kg. Sehingga secara langsung melambungkan harga beras hingga Rp 16.000/kg di pasaran. 

Meski begitu, pihaknya mengklaim bahwa kenaikan beras ini terjadi bukan hanya di Indonesia saja, melainkan di seluruh belahan dunia.  

Baca Juga: Indonesia Darurat Impor Pangan

Dalam laporan terbaru, Organiasi Pangan Dunia (FAO) menyebutkan pada Januari 2024 ini indeks harga ebras dunia mencapai 142,8 poin. Indeks ini mengalami kenaikan 13% dibandingkan nilai tahun sebelumnya dan merupakan angka tertinggi selama 4 tahun terakhir. 

"Bayangkan dalam kondisi hari ini, tapi negara tidak punya stok CPP (Cadangan Pangan Pemerintah), sementara pemerintah harus melakukan intervensi dalam mengatasi fluktuasi beras di masyarakat," tambahnya. 

Menyadur data Panel Harga Badan Pangan Nasional, Minggu (26/2), harga beras premium sudah mencapai Rp 16.360/kg niak tipis 0,62. Sementara harga beras jenis medium naik 0,91% menjadi Rp 14.390/kg. 

Keduanya sudah menjauhi harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh Pemerintah. Diketahui, HET beras premium ditetapkan sebesar Rp 12.900 s.d 14.800/kg dan jenis medium ditetapkan sebesar Rp 10.900 s.d 11.800/kg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×