Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hingga pertengahan tahun 2025, nilai transaksi local currency transaction (LCT) mencapai US$ 11,7 miliar. Melejit dibandingkan nilai transaksi LCT pada semester I 2024 sebesar US$ 4,7 miliar.
Bukan hanya nilai transaksi, tetapi rata-rata jumlah nasabah LCT juga tumbuh signifikan, atau meningkat sekitar 45% dibandingkan tahun sebelumnya. Satuan Tugas Nasional LCT akan terus mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi lintas negara untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Di sisi lain, appointed cross currency dealer (ACCD) terus berupaya menggenjot transaksi. ACCD adalah bank yang ditunjuk oleh otoritas kedua negara untuk memfasilitasi pelaksanaan LCS melalui pembukaan rekening mata uang negara mitra di negara masing-masing.
Di LCT Indonesia-China misalnya saat ini terdapat 17 bank ACCD Indonesia dan 15 bank ACCD China. Mereka saling berkolaborasi mendukung pengembangan LCT Indonesia-Tiongkok.
Baca Juga: Nilai Transaksi LCT Mencapai US$ 11,7 Miliar
Untuk menggenjot LCT, Bank ICBC Indonesia menyelenggarakan LCT & RMB Business Forum. Forum ini menjadi wadah membahas peluang, tantangan, serta prospek penggunaan LCT dan Renminbi (RMB) dalam mendukung penguatan perdagangan dan investasi antara Indonesia - Tiongkok.
Romi Fondarihta Peranginangin. Deputi Direktur Forex Market Development Team, Department of Financial Market Development Bank Indonesia di forum itu membagikan pandangan mengenai kebijakan dan arah pengembangan LCT dalam mendorong stabilitas ekonomi kedua negara.
Saat ini ICBC Indonesia merupakan salah satu bank yang ditunjuk sebagai ACCD untuk memfasilitasi penyelesaian transaksi dalam mata uang lokal antara Indonesia dan Tiongkok.
Perwakilan perusahaan induk Bank ICBC Indonesia, yakni Industrial and Commercial Bank of China (ICBC Limited), bank terbesar di dunia dari sisi aset memaparkan peran global RMB dan pengalaman internasional dalam memfasilitasi transaksi lintas negara.
Terdapat juga perwakilan nasabah korporat ICBC yang memberikan perspektif praktis dunia usaha dalam memanfaatkan LCT dan RMB untuk mendukung efisiensi bisnis.
Baca Juga: Transaksi Local Currency Transaction Capai US$ 11,7 Miliar di Semester I 2025
Sementara Presiden Direktur Bank ICBC Indonesia, Chen Yong menyatakan, pihaknya mendukung inisiatif pemerintah dan regulator kedua negara di dalam memperluas pemanfaatan LCT dan meningkatkan peran RMB sebagai salah satu mata uang utama dalam transaksi internasional.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi dunia usaha Indonesia mengurangi ketergantungan pada mata uang asing tertentu. Sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
“Kami ingin membuka ruang diskusi yang produktif regulator, pelaku usaha, dan sektor perbankan," kata Chen, dalam rilis yang diterima Kontan.co.id, Jumat (29/8).
Bank ICBC Indonesia berharap forum ini dapat menjadi katalisator bagi peningkatan kerja sama ekonomi dan memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
Selanjutnya: Demo Memakan Korban, Koalisi Masyarakat Sipil Desak Polisi Stop Kekerasan
Menarik Dibaca: Promo Superindo Hari Ini 29-31 Agustus 2025, Telur Omega-Kecap Indofood Harga Spesial
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News