Reporter: Uji Agung Santosa |
JAKARTA. Pemerintah berharap banyak terhadap mulai beroperasionalnya Indonesia Exim Bank atau LPEI. Diversifikasi ekspor ke pasar baru, termasuk upaya menumbuhkan eksportir baru menjadi tumpuan dalam peningkatan kinerja ekspor Indonesia yang saat ini lagi lesu, terutama importir UMKM.
Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan LPEI dibentuk dengan target untuk mencari diversifikasi pasar. “Termasuk mengurangi resiko dan memberi pembiayaan untuk menembus pasar ekspor baru,” kata Mari usai peresmian operasional Indonesia Exim Bank di Jakarta, Selasa (1/9).
Ia menambahkan beberapa pasar baru ekspor yang masih prospektif adalah pasar Timur Tengah, Rusia, Kazakhastan, Usbekistan yang mempunyai cadangan minyak dan dana yang melimpah. Dengan diversifikasi ini maka diharapkan share ekspor pasar non tradisonal yang saat ini hanya sebesar 3%-4%, meningkat menjadi 5%-7% dari seluruh pangsa pasar ekspor Indonesia.
Ia mencontohkan, beberapa negara yang membutuhkan dukungan LPEI untuk peningkatan ekspor seperti Libia, Afganistan, Iran yang saat ini masih dalam tahap rekonstruksi. “Ke depan akan kita lakukan lebih jauh,” kata Mendag.
Untuk upaya menumbungkan eksportir baru, selama ini eksportir-eksportir baru itu tidak ada yang memberikan pembiayaan karena dia belum mempunyai track record, dan disitulah nanti LPEI masuk dengan bekerjasama dengan Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













