kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.723.000   -27.000   -0,98%
  • USD/IDR 17.787   46,00   0,26%
  • IDX 6.428   22,12   0,35%
  • KOMPAS100 836   2,68   0,32%
  • LQ45 633   0,51   0,08%
  • ISSI 226   1,41   0,63%
  • IDX30 354   -0,24   -0,07%
  • IDXHIDIV20 432   -0,38   -0,09%
  • IDX80 95   0,26   0,27%
  • IDXV30 120   0,24   0,20%
  • IDXQ30 112   -0,25   -0,22%

Bank Dunia: Utang Tersembunyi Jadi Risiko Ekonomi Jangka Panjang


Minggu, 20 Februari 2022 / 15:22 WIB
ILUSTRASI. Salah satu risiko jangka panjang yang menurut Bank Dunia perlu diwaspadai adalah adanya utang tersembunyi.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Dunia melihat masih ada risiko yang membayangi proses pemulihan ekonomi negara-negara berkembang dari pandemi Covid-19.  Salah satu risiko jangka panjang yang menurut Bank Dunia perlu diwaspadai adalah adanya utang tersembunyi. 

“Ada risiko yang muncul terkait pemulihan ekonomi dalam jangka panjang, seperti utang tersembunyi dan kewajiban liabilitas yang kemungkinan baru terungkap beberapa waktu kemudian,” tulis Bank Dunia dalam laporan terbarunya, seperti dikutip Minggu (20/2). 

Sudah menjadi pengetahuan umum, pandemi Covid-19 ini memberikan dampak negatif terhadap negara-negara di dunia. Tak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga menyebabkan gonjang-ganjing dari sisi ekonomi. 

Baca Juga: BI: Perubahan Iklim Berpotensi Ganggu Stabilitas Moneter dan Sistem Keuangan

Pemerintah di negara-negara dunia, termasuk negara berkembang sudah menggelontorkan berbagai stimulus untuk mengurangi dampak buruk pandemi Covid-19.  Stimulus ini efektif, tetapi di sisi laini memperburuk kerentanan keuangan yang bahkan sebelumnya sudah ada, karena ada peningkatan utang sektor swasta maupun publik yang signifikan. 

Utang ini bila tidak ditangani dengan tepat akan menjadi ancaman bagi pemulihan dalam jangka panjang, termasuk adanya utang tersembunyi ini. 

Ketika dampak langsung dari pandemi kemudian mereda, para pemangku kebijakan akan menghadai tantangan yang sulit, yaitu untuk mencapai keseimbangan antara tetap memberikan dukungan untuk menanggulangi dampak krisis sekaligus membatasi risiko jangka panjang yang mungkin timbul dari respon kebijakan yang sudah digulirkan. 

Baca Juga: Bank Dunia: Peningkatan Suku Bunga The Fed Jadi Dilema Bank Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×