kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Bank Dunia apresiasi reformasi kebijakan yang diselenggarakan pemerintah


Selasa, 28 Januari 2020 / 16:40 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Wapres Ma'ruf Amin (kanan) sebelum memimpin rapat kabinet terbatas (ratas) di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/12/2019). Bank Dunia apresiasi reformasi kebijakan yang diselenggarakan pemerintah. ANTARA FOTO/


Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi

Dengan kondisi yang ada, Bank Dunia juga memaparkan adanya kemungkinan resiko yang akan dihadapi Indonesia saat masuk dalam global value chain.

Pertama, Bank Dunia melihat resiko yang timbul dari reformasi kebijakan yang dibuat oleh Indonesia sendiri. Reformasi kebijakan tersebut dipandang membantu, tetapi dikhawatirkan masih belum bisa menjawab semua hambatan kunci dalam lemahnya partisipasi Indonesia dalam rantai ini.

Baca Juga: BI proyeksikan ekonomi Indonesia berpotensi tumbuh hingga 5,5% tahun 2020

Kedua, dari negara-negara lain yang nampak memperlemah perlindungan sosial dan lingkungan untuk menarik global value chain. Perlindungan ini dinilai mampu oleh Bank Dunia dalam memfasilitasi partisipasi dalam global value chain dan menghindari dampak negatifnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×