kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bank DBS: BI Berpotensi Turunkan Suku Bunga Acuan Mulai Agustus 2023


Senin, 22 Mei 2023 / 22:24 WIB
Bank DBS: BI Berpotensi Turunkan Suku Bunga Acuan Mulai Agustus 2023
ILUSTRASI. Logo Bank Indonesia. REUTERS/Willy Kurniawan


Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank DBS melihat kemungkinan adanya penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) pada tahun 2023.  Ekonom Senior Grup Riset DBS Radhika Rao mengatakan, BI berpeluang menurunkan suku bunga pada kuartal III-2023, atau pada Agustus 2023. 

"Tren yang berkembang menunjukkan kemungkinan pergeseran dalam kebijakan moneter BI dalam beberapa bulan mendatang, dengan kebijakan penurunan suku bunga tahun ini," terang Rao dalam keterangannya, Senin (22/5). 

Hal ini seiring dengan melandainya tingkat inflasi Indonesia. Pada April 2023, inflasi Indonesia berada di level 4,33% secara tahunan (year on year/YoY) atau turun dari 4,97% YoY pada bulan sebelumnya. 

Ini dibarengi dengan penurunan semua komponen inflasi umum, yaitu inflasi inti, inflasi pangan bergejolak, juga inflasi harga diatur pemerintah. 

Baca Juga: BI Diprediksi Tetap Mempertahankan Suku Bunga Acuan di Bulan Mei 2023

Nilai tukar rupiah juga berada dalam tren penguatan bila dibandingkan dengan level akhir tahun 2022. Terbukti, rupiah berhasil ditekan di bawah Rp 15.000 per dolar AS pada tahun berjalan. 

Rao juga memperkirakan, penurunan suku bunga acuan oleh BI tak hanya sekali pada tahun ini. 

Setidaknya, ia memperkirakan suku bunga acuan akan bergerak di level 4,75% pada awal kuartal I-2024. 

Bila ini dilakukan, berarti BI menjadi bank sentral yang paling akhir memulai kenaikan suku bunga di kawasan dan menjadi bank sentral yang paling awal untuk melonggarkan kebijakan moneternya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×