kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.612.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.983   12,00   0,07%
  • IDX 6.196   -118,88   -1,88%
  • KOMPAS100 811   -18,90   -2,28%
  • LQ45 615   -12,33   -1,97%
  • ISSI 214   -4,08   -1,87%
  • IDX30 346   -6,54   -1,86%
  • IDXHIDIV20 428   -6,37   -1,47%
  • IDX80 93   -2,15   -2,27%
  • IDXV30 117   -1,73   -1,46%
  • IDXQ30 111   -1,86   -1,65%

Bangun jalan tol, menteri PU janji tidak rusak hutan bakau


Kamis, 13 Januari 2011 / 12:34 WIB


Reporter: Mohamad Jumasri | Editor: Edy Can

JAKARTA. Kementerian Pekerjaan Umum menggandeng Kementerian Lingkungan Hidup untuk mengkaji studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan, pihaknya sedang membicarakan masalah Amdal tersebut dengan Kementerian Lingkungan Hidup.

Pemerintah berencana membuat jalan tol Sarangan-Tanjung Benoa, Bali. Rute jalan tol tersebut ternyata melewati kawasan hutan bakau. Djoko berjanji pembangunan jalan tol tersebut tidak akan merusak hutan bakau tersebut. "Makanya kami perlu studi Amdal," katanya, Kamis (13/1).

Pembangunan jalan tol ini untuk mengatasi kemacetan di jalan menuju dan dari Bandara Internasional Ngurah Rai. Jalan tol ini dipersiapkan untuk menyambut pelaksanaan KTT APEC pada 2013 mendatang.

Pemerintah telah menunjuk konsorsium yang terdiri dari perusahaan plat merah untuk menggarap proyek itu. Keempat BUMN itu adalah, PT Jasa Marga, PT Pelindo III, PT Angkasa Pura I, Bali Tourism Development Corporation.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×