kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.550   50,00   0,29%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Banggar putuskan asumsi ICP US$ 40 per barel


Rabu, 15 Juni 2016 / 14:24 WIB


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Badan Anggaran (Banggar) DPR akhirnya memutuskan untuk mengubah asumsi harga rata-rata minyak dalam negeri atau Indonesia Crude Price (ICP) menjadi US% 40 per barel. 

Angka itu lebih tinggi dari usulan pemerintah dalam RAPBN-P 2016, dan lebih rendah dari usulan Komisi VII.

Dalam RAPBN-P 2016 pemerintah mengusulkan rata-rata ICP sebesar US$ 35 per barrel, sedangkan di komisi VII asumsi diubah menjadi US$ 45 per barel. 

Ketua Banggar Kahar Muzakir mengatakan, perubahan ICP ini dilakukan setelah mendengarkan paparan dari pemerintah dalam rapat Paniti Kerja RAPBN-P 2016.

Dalam penjelasannya pemerintah menilai angka ICP US$ 40 per barel sudah memeprhitungkan kemungkinan harga minyak dunia yang akan naik di periode Juli-Desember 2016. 

"Estimasi kami, rata-rata ICP Juli-Desember sebesar US$ 45 per barel," kata Plt Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nezara di Jakarta , Rabu (15/6).

Namun, meski perkiraan rata-rata ICP pada enam bulan ke depan sebesar US$ 45, itu hanya akan menutupi ICP pada periode Januari-Juni yang sebesar US$ 36 per barel. Sehingga, jika diambil rata-rata antara realisasi dan proyeksi tadi jatuh di angka sekitar US$ 40 per barel.

Namun demikian pemerintah belum bisa menyajikan dampak perubahan asumsi ICP ini terhadap postur anggaran dalam RAPBN-P. Dampak perubahan postur baru akan dibahas dalam rapat Panja lanjutan besaok, Kamis (16/6).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×