kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Balas Uni Eropa, Mendag usul tarif impor untuk susu dari Eropa


Jumat, 09 Agustus 2019 / 20:29 WIB


Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia tidak akan tinggal diam atas tekanan Uni Eropa (EU) terhadap komoditas biodiesel. 

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memaparkan rencana Indonesia yang akan memperlakukan bea masuk tandingan, yaitu sebesar 20%-25% terhadap impor produk olahan susu dari Eropa.

Baca Juga: Soal rekomendasi KPK terkait bawang putih, Mendag: Sudah kami ajukan ke rakor menko

"Intinya saya memberikan message yang kuat kepada mereka, bahwa silakan Anda mengenakan tarif, sejauh parameternya fair. Tapi ini tidak fair dan bahkan mereka memulai langkah proteksionisme. Kita tidak boleh diam atas ketidakadilan ini," kata Enggar pada Jumat (9/8) di Jakarta.

Selain langkah tersebut, Mendag juga menawarkan alternatif aksi lain, yaitu dengan mencari sumber impor produk susu lain, selain Eropa.

Ia mengaku sudah mengumpulkan beberapa importir susu dan memberikan saran untuk mulai mencari sumber lain. Negara-negara yang bisa menjadi eksportir susu adalah Australia, New Zealand, Amerika, dan India.

Baca Juga: Mendag akan bawa usulan KPK soal impor bawang putih ke rapat menko perekonomian

Namun, Enggar memastikan bahwa tarif rencana tersebut belum final. Hal tersebut masih berupa masukan kepada Kemenko untuk dijadikan bahan untuk merumuskan kebijakan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×