kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Awasi Program Konversi Elpiji, DPR Ajukan Hak Angket


Selasa, 13 Juli 2010 / 12:16 WIB


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Ledakan tabung gas elpiji yang beruntun bikin wakil rakyat turun tangan. Rencananya, Komisi VI DPR berencana mengajukan hak angket atau interpelasi untuk membentuk tim pengawas program konversi elpiji itu.

Wakil Ketua Komisi VI DPR Aria Bima mengungkapkan bahwa usulan pembentukan tim pengawas ini muncul setelah Ketua DPR Marzuki Alie menolak pembentukan tim pengawas gabungan. Ketika itu, Marzuki beralasan anggota dewan harus mengutamakan fungsi legislasi ketimbang pengawasan.

Namun, Aria pantang menyerah. Dia berjanji akan mengusulkan lagi tim pengawas dalam rapat paripurna mendatang. “Bila ditolak lagi, kami akan menggunakan hak angket atau interpelasi,” kata Aria, usai rapat pimpinan di Komisi VI, Selasa (13/7).

Komisi VI ngotot membentuk tim pengawas karena menduga ada banyak pelanggaran dalam program konversi elpiji itu. Dugaan kuat itu muncul setelah banyaknya tabung gas yang meledak akhir-akhir ini.

Nah, apabila usulan tersebut diterima, tim pengawas tersebut akan terdiri dari gabungan Komisi VI dan VII. Tim pengawas akan menyelidiki penyebab maraknya ledakan tabung gas elpiji 3 kg tersebut. “Pasti ada kelalaian yang harus dipertanggungjawabkan,” tandas Aria.



Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×