kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.035   52,00   0,29%
  • IDX 6.186   -10,65   -0,17%
  • KOMPAS100 807   -4,25   -0,52%
  • LQ45 613   -2,23   -0,36%
  • ISSI 214   -0,32   -0,15%
  • IDX30 345   -1,11   -0,32%
  • IDXHIDIV20 427   -1,32   -0,31%
  • IDX80 92   -0,44   -0,48%
  • IDXV30 116   -0,47   -0,40%
  • IDXQ30 110   -0,53   -0,47%

Atasi banjir, Banten minta dana pemerintah pusat


Kamis, 31 Januari 2013 / 12:42 WIB
ILUSTRASI. Pasangan sejenis. REUTERS/Francois Lenoir


Reporter: Fahriyadi | Editor: Edy Can


JAKARTA. Pemerintah Provinsi Banten meminta dana alokasi khusus dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk penanganan banjir. Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah beralasan dana yang dibutuhkan untuk penanganan banjir ini cukup besar.

Menurut Atut, penanggulangan banjir ini dilakukan dengan menormalisasi Sungai Cisadane. Sebab selama ini, Sungai Cisadane merupakan sungai besar di Banten yang menjadi penyumbang banjir. "Kami akan membuat sodetan untuk wilayah Pandeglang serta membuat tanggul," ujar Atut di Gedung DPR, Kamis (31/1).

Dia bilang selama ini kewenangan pengelolaannya adalah Balai Besar Waduk dan Sungai (BBWS) dengan dana APBD. Namun, dia bilang dana tersebut tidak cukup. Menurut Atut, Provinsi Banten akan  menyampaikan bahwa dana yang dibutuhkan untuk pembangunan ini cukup besar.

Untuk itu, Atut berharap bisa memaksimalkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari APBN untuk menutupi kekurangan anggaran penanggulangan banjir tersebut. Atut bilang total anggaran yang dibutuhkan untuk pembuatan sodetan dan tanggul itu sekitar Rp 150 miliar. "Sementara yang telah kami anggarkan dari APBD sebesar Rp 30 miliar- Rp 31 miliar," tukasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×