kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Atasi banjir, Banten minta dana pemerintah pusat


Kamis, 31 Januari 2013 / 12:42 WIB
ILUSTRASI. Pasangan sejenis. REUTERS/Francois Lenoir


Reporter: Fahriyadi | Editor: Edy Can


JAKARTA. Pemerintah Provinsi Banten meminta dana alokasi khusus dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk penanganan banjir. Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah beralasan dana yang dibutuhkan untuk penanganan banjir ini cukup besar.

Menurut Atut, penanggulangan banjir ini dilakukan dengan menormalisasi Sungai Cisadane. Sebab selama ini, Sungai Cisadane merupakan sungai besar di Banten yang menjadi penyumbang banjir. "Kami akan membuat sodetan untuk wilayah Pandeglang serta membuat tanggul," ujar Atut di Gedung DPR, Kamis (31/1).

Dia bilang selama ini kewenangan pengelolaannya adalah Balai Besar Waduk dan Sungai (BBWS) dengan dana APBD. Namun, dia bilang dana tersebut tidak cukup. Menurut Atut, Provinsi Banten akan  menyampaikan bahwa dana yang dibutuhkan untuk pembangunan ini cukup besar.

Untuk itu, Atut berharap bisa memaksimalkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari APBN untuk menutupi kekurangan anggaran penanggulangan banjir tersebut. Atut bilang total anggaran yang dibutuhkan untuk pembuatan sodetan dan tanggul itu sekitar Rp 150 miliar. "Sementara yang telah kami anggarkan dari APBD sebesar Rp 30 miliar- Rp 31 miliar," tukasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×