kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Atasi backlog perumahan, Jokowi minta masukan pengusaha


Senin, 16 September 2019 / 17:39 WIB
ILUSTRASI. Perumahan bersubsidi


Reporter: Abdul Basith | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo masih menggenjot pembangunan untuk mengatasi backlog perumahan. Sebelumnya backlog perumahan di Indonesia sebanyak 11,4 juta. 

Program satu juta rumah pun terus dilakukan oleh Jokowi dalam pemerintahan periode keduanya. "Kita carikan solusi yang konkret dan kita harapkan percepatan pembangunan perumahan betul-betul bisa kita realisasikan," ujar Jokowi di Istana Merdeka, Senin (16/9).

Baca Juga: Tower 1 tutup atap, Ciputra Group pasarkan The Newton 2

Hal itu ia sampaikan saat bertemu dengan asosiasi perumahan, Real Estate Indonesia (REI) dan Asosiasi Pengembangan Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi). Jokowi minta masukkan untuk menggenjot pembangunan perumahan dalam 5 tahun ke depan.

Dalam 4 tahun terakhir, Jokowi mengapresiasi pembangunan perumahan untuk mengatasi backlog. Pembangunan perumahan diungkapkan Jokowi terus menunjukkan pertumbuhan.

Total pada tahun 2015 terbangun 619.000 rumah, tahun 2016 naik menjadi 805.000 rumah, pembangunan rumah tahun 2017 sebanyak 904.000, dan tahun 2018 sebanyak 1,1 juta rumah. Tahun 2019 pembangunan rumah ditargetkan mencapai angka 1,25 juta.

Baca Juga: Dua ruas Tol Waskita (WSKT) ini diminati investor lokal

"Selama 4 tahun terakhir pemerintah fokus melakukan percepatan pemenuhan kebutuhan perumahan terutama bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah," terang Jokowi.

Ke depan, Jokowi juga akan fokus pembangunan perumahan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri. Kebutuhan ASN mencapai 945.000, TNI sebanyak 275.000, dan Polri sebanyak 360.000.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×