kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Atase di luar negeri jadi ujung tombak ekspor RI


Senin, 26 Januari 2015 / 22:25 WIB
ILUSTRASI. Poster Hari Kemerdekaan yang ke 78 tahun. 


Reporter: Handoyo | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menegaskan pejabat perwakilan perdagangan di luar negeri akan menjadi ujung tombak peningkatan ekspor nasional. Kemendag RI menargetkan terjadi peningkatan ekspor hingga 300% selama lima tahun hingga 2019.

"Para pejabat perwakilan perdagangan di luar negeri seperti Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Centre. (ITPC) harus berperan aktif dan inovatif untuk meningkatkan ekspor di negara akreditasinya masing-masing. Mereka harus mampu mengkoordinasikan peningkatan ekspor bersama para pemangku kepentingan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri,"  tegas Mendag Rachmat, dalam siaran persnya, Senin (26/1).

Sejumlah pejabat perwakilan perdagangan di luar negeri seperti Atase Perdagangan yang tersebar di 24 negara, ITPC di 19 kota di dunia, Konsul Perdagangan di Hong Kong, maupun Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taiwan, serta dinas-dinas perdagangan provinsi dan kabupaten/kota hadir dalam forum ini.

Mereka diberi kewajiban menciptakan strategi peningkatan akses pasar di luar negeri untuk mencapai target ekspor. Hal ini tentu perlu didukung oleh sisi produksi di dalam negeri.

Saat ini, menurut Mendag, struktur ekspor Indonesia masih didominasi oleh produk primer yaitu mencapai 63% sedangkan produk manufaktur hanya 37%.  "Jadi, kita harus mampu mengubah struktur ekspor tersebut menjadi produk manufaktur 65% dan produk primer 35%,"  tandas Mendag.

Total ada 60 produk yang sedang disiapkan untuk mendukung perubahan struktur ekspor yaitu produk jasa, produk kreatif, produk kulit, elektronik, dan lain-lain. Selain itu, Kemendag juga tetap mengembangkan produk ekspor dengan branding nasional (misalnya SIR 20, rendang, sate, soto, pecel, pempek, batik, dodol Garut, musik dangdut, angklung) atau indikasi geografi (java coffee, salak pondoh, manggis, domba Garut,  pinneaple wine, ginger wine, tuak).

Mendag meminta semua lini bekerja sama, bersinergi saling mendukung.  "Ini harus didukung oleh semua pemangku kepentingan baik instansi pembina produk maupun para pelaku usaha,". jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×