kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   -30.000   -1,10%
  • USD/IDR 17.844   -25,00   -0,14%
  • IDX 6.172   -48,40   -0,78%
  • KOMPAS100 818   -6,94   -0,84%
  • LQ45 617   -8,31   -1,33%
  • ISSI 211   -1,14   -0,54%
  • IDX30 349   -5,96   -1,68%
  • IDXHIDIV20 427   -9,63   -2,21%
  • IDX80 93   -0,82   -0,87%
  • IDXV30 114   -1,07   -0,93%
  • IDXQ30 111   -2,80   -2,45%

ASEAN Perbarui Daftar 21 Proyek Prioritas Infrastruktur Kawasan


Rabu, 17 Juni 2026 / 14:26 WIB
ASEAN Perbarui Daftar 21 Proyek Prioritas Infrastruktur Kawasan
ILUSTRASI. ASEAN Infrastructure Pipeline (Kontan/Dikki Mardiansyah)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) memperbarui daftar proyek prioritas infrastruktur kawasan melalui ASEAN Infrastructure Pipeline.

Daftar tersebut kini mencakup 21 proyek strategis di sektor transportasi, energi, dan infrastruktur digital yang diharapkan dapat memperkuat konektivitas regional sekaligus menarik investasi.

Chair ASEAN Committee on Sustainable Infrastructure (ACSI) yang juga Undersecretary Department of Economy, Planning, and Development (DEPDev) Filipina Joseph J. Capuno mengatakan, pembaruan pipeline dilakukan untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan siap investasi di kawasan ASEAN.

"Dengan dukungan pemerintah Australia melalui Australia-ASEAN Futures Initiative serta bantuan teknis dari Sumitomo Mitsui Banking Corporation, pipeline ini telah diperbarui. Selain 12 proyek yang berlanjut, terdapat sembilan proyek baru yang ditambahkan setelah melalui proses penilaian yang ketat," ujar Capuno dalam ASEAN Infrastructure Discussion Series pada Asia Infrastructure Forum (AIF) 2026 di Singapura, Rabu (17/6/2026).

Baca Juga: ADB: Kepastian Regulasi Jadi Kunci Menarik Investasi Infrastruktur

Menurut Capuno, proyek-proyek yang masuk dalam pipeline telah mendapatkan dukungan negara anggota ASEAN dan diselaraskan dengan tujuan pembangunan kawasan. Seleksi dilakukan dengan mempertimbangkan aspek konektivitas regional, ketahanan infrastruktur, kelayakan ekonomi, kesiapan proyek, serta kapasitas implementasi.

Capuno menjelaskan, sebagian besar proyek yang masuk dalam daftar tersebut masih berada pada tahap awal pengembangan. Oleh karena itu, studi kelayakan, dukungan penasihat transaksi, serta keterlibatan investor sejak tahap awal dinilai penting untuk meningkatkan daya tarik proyek.

"Di banyak kasus, tantangannya bukan pada ketersediaan modal, melainkan pada ketersediaan proyek yang cukup matang untuk memperoleh kepercayaan investor," katanya.

Capuno menyebut, dukungan pada tahap awal pengembangan proyek atau upstream support menjadi salah satu instrumen paling efektif untuk mengubah konsep proyek menjadi peluang investasi yang layak secara komersial.

Menurut Capuno, kebutuhan pembangunan infrastruktur di Asia terus meningkat seiring urbanisasi, transformasi ekonomi, dan perkembangan teknologi. Namun, keterbatasan ruang fiskal, tingginya biaya pendanaan, serta meningkatnya risiko perubahan iklim masih menjadi tantangan utama pembangunan infrastruktur di kawasan.

Baca Juga: Purbaya Perkuat Pembiayaan APBN ke China lewat Panda Bond

Karena itu, ASEAN terus mendorong kerja sama regional untuk mempercepat pengembangan proyek-proyek konektivitas lintas negara, mulai dari interkoneksi energi, koridor transportasi, jaringan digital, hingga infrastruktur yang tangguh terhadap perubahan iklim.

"ASEAN menyediakan platform untuk memperkuat konektivitas, berbagi pengalaman, dan menciptakan peluang yang mungkin tidak dapat dicapai oleh masing-masing negara secara individual," ujarnya.

Capuno menambahkan, tantangan utama kawasan saat ini bukan lagi soal kurangnya visi pembangunan. Yang lebih penting adalah memastikan proyek dapat bergerak dari tahap perencanaan menuju implementasi secara lebih cepat dan efisien. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×