kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.944.000   28.000   0,96%
  • USD/IDR 16.907   -11,00   -0,07%
  • IDX 8.266   -8,01   -0,10%
  • KOMPAS100 1.164   0,93   0,08%
  • LQ45 835   1,17   0,14%
  • ISSI 295   -1,20   -0,40%
  • IDX30 437   0,26   0,06%
  • IDXHIDIV20 522   2,22   0,43%
  • IDX80 130   0,09   0,07%
  • IDXV30 143   -0,43   -0,30%
  • IDXQ30 140   0,38   0,27%

AS-Indonesia Sepakati Perjanjian Dagang, Tarif Impor Tekstil dari RI Akan Jadi 0%


Jumat, 20 Februari 2026 / 14:05 WIB
AS-Indonesia Sepakati Perjanjian Dagang, Tarif Impor Tekstil dari RI Akan Jadi 0%
ILUSTRASI. Prabowo dan Trump teken perjanjian perdagangan di Washington DC, Kamis (19/2/2026) (Setkab RI/dok)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Indonesia resmi melakukan perjanjian perdagangan timbal balik (Agreement on Reciprocal Trade/ART). Perjanjian ini diharapkan dapat menyeimbangkan neraca perdagangan kedua negara, mengingat AS mencatat defisit yang cukup besar dengan Indonesia.

Berdasarkan keterangan resmi dari laman White House, kedua negara akan segera menyelesaikan prosedur domestik untuk memberlakukan kesepakatan tersebut. Di mana dilakukan penyesuaian tarif timbal balik untuk berbagai produk unggulan, termasuk tekstil dan pakaian jadi dari Indonesia.

"Dalam beberapa minggu ke depan, Amerika Serikat dan Indonesia akan melaksanakan prosedur domestik yang berlaku untuk menjadikan perjanjian ini berlaku efektif," tulis pernyataan resmi White House, dikutip Jumat (20/2/2026).

Baca Juga: Begini Rincian Perjanjian Perdagangan AS-RI, Ada Investasi Sebesar US$ 33 Miliar

Dalam perjanjian tersebut, Negeri Paman Sam tetap akan mempertahankan tarif timbal balik (resiprokal) sebesar 19% untuk impor dari Indonesia secara umum. Namun, terdapat pengecualian berupa tarif 0% untuk produk-produk tertentu yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.

"Amerika Serikat akan mempertahankan tarif timbal balik sebesar 19% untuk impor dari Indonesia, kecuali untuk produk-produk tertentu yang akan menerima tarif timbal balik sebesar 0%," tulis pernyataan tersebut.

Untuk industri manufaktur dalam negeri, AS berkomitmen memberikan tarif 0% bagi produk tekstil dan pakaian jadi asal Indonesia dengan syarat tertentu. Volume impor yang mendapat tarif khusus ini akan didasarkan pada jumlah penggunaan bahan baku asal AS.

"Amerika Serikat berkomitmen untuk menetapkan mekanisme yang memungkinkan barang tekstil dan pakaian jadi dari Indonesia menerima tarif timbal balik sebesar 0% untuk volume impor tekstil dan pakaian jadi yang akan ditentukan. Volume ini akan ditentukan berdasarkan jumlah ekspor tekstil yang diproduksi dari kapas Amerika dan bahan baku tekstil serat buatan dari Amerika Serikat," bunyi kutipan tersebut.

Baca Juga: Prabowo-Trump Teken Kesepakatan Dagang, Sejumlah Produk Ini Dapat Tarif Nol Persen

Adapun Trump mengambil langkah ini di tengah catatan defisit perdagangan AS dengan Indonesia yang mencapai US$ 23,7 miliar pada tahun 2025. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan defisit perdagangan barang terbesar ke-15 bagi Amerika Serikat.

Sebelum adanya perjanjian tersebut, terdapat ketimpangan tarif yang cukup mencolok. Rata-rata tarif yang diterapkan Indonesia mencapai 8%, sementara tarif rata-rata yang diterapkan Amerika Serikat hanya sebesar 3,3%.

Selain urusan tarif, AS juga menegaskan bahwa faktor keamanan nasional tetap menjadi pertimbangan dalam keberlanjutan perjanjian ini. AS dapat mengambil tindakan perdagangan berdasarkan Pasal 232 Undang-Undang Perluasan Perdagangan Tahun 1962 jika dirasa ada dampak terhadap keamanan nasional mereka.

Selanjutnya: Asuransi Digital Bersama (YOII) Menilai Dampak Bencana terhadap Klaim Masih Terbatas

Menarik Dibaca: Promo JSM Superindo 20-22 Februari 2026, Nata De Coco-Ikan Shisamo Beli 1 Gratis 1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×