kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.843   41,00   0,24%
  • IDX 8.265   -25,61   -0,31%
  • KOMPAS100 1.168   -3,76   -0,32%
  • LQ45 839   -2,54   -0,30%
  • ISSI 296   -0,31   -0,10%
  • IDX30 436   -0,20   -0,04%
  • IDXHIDIV20 521   0,94   0,18%
  • IDX80 131   -0,34   -0,26%
  • IDXV30 143   0,44   0,31%
  • IDXQ30 141   0,17   0,12%

Arab Saudi Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Lebih Awal, Indonesia Kapan?


Minggu, 08 Februari 2026 / 10:18 WIB
Arab Saudi Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Lebih Awal, Indonesia Kapan?
ILUSTRASI. Mengapa 1 Ramadhan 1447 H berpotensi berbeda? Simak penjelasan BRIN tentang hilal lokal dan global yang jadi penyebab utama. (ANTARA/Saiful Bahri)


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Sementara itu, Thomas menambahkan bahwa Arab Saudi mungkin akan lebih awal memulai 1 Ramadhan 1447 H.

Dia mengatakan, Arab Saudi menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) tetapi berdasarkan rukyat.

Meski demikian, Thomas berkata, rukyatnya seringkali terpengaruh kalender Ummul Quro, sehingga diperkirakan di Arab Saudi awal Ramadhan Rabu, 18 Februari 2026.

"Jadi, kalau Arab Saudi (awal puasa) 18 Februari 2026 sekadar kebetulan," ungkapnya.

Awal puasa Ramadhan 2026 menurut Muhammadiyah

Sebelumnya, Muhammadiyah sudah lebih dulu menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah yang jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Penetapan ini berpedoman pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Berdasarkan perhitungan ijtimak, yakni pertemuan antara Bulan dan Matahari yang terjadi pada Selasa Kliwon, 29 Syaban 1447 H atau 17 Februari 2026, pukul 12.01 waktu UTC, belum ada satu pun wilayah di dunia yang Parameter Kalender Global (PKG) 1, yaitu tinggi Bulan minimal 5 derajat dan elongasi Bulan minimal 8 derajat.

Namun, setelah pukul 24.00 UTC dan sebelum fajar di Selandia Baru, tepatnya pada pukul 16.06 UTC, terdapat wilayah di daratan Amerika yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 2.

Wilayah tersebut berada pada 56 derajat 48 menit 49 detik Lintang Utara (LU) dan 158 derajat 51 menit 44 detik Bujur Barat (BB).

Pada titik tersebut, posisi Bulan tercatat berada pada ketinggian 5 derajat 23 menit 35 detik dengan elongasi 8 derajat 0 menit 11 detik.

Dengan terpenuhinya kriteria tersebut, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H pada Rabu, 18 Februari 2026.

Awal puasa Ramadhan 2026 menurut NU

Sementara itu, Guru Besar Ilmu Falak UIN Walisongo Semarang Prof H Ahmad Izzuddin dalam lokakarya imsakiyah Nahdlatul Ulama (NU) mengatakan bahwa ijtimak terjadi pada Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 19.02 WIB.

Berdasarkan perhitungan hisab dan kriteria MABIMS, posisi hilal saat Matahari terbenam masih berada di bawah ufuk dan belum memenuhi kriteria imkanur rukyat.

Dengan demikian, awal Ramadhan 1447 H diprediksi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Dilansir dari laman NU Online, penetapan awal Ramadhan menurut NU ditetapkan menggunakan metode rukyatul hilal.

Rukyatul hilal adalah proses mengamati hilal untuk menentukan awal bulan Qamariyah, termasuk di dalamnya penentuan awal Ramadhan.

Tonton: Cara Memilih Saham ala Warren Buffett & Charlie Munger: Fokus Bisnis, Bukan Harga Harian

Proses ini ditandai dengan munculnya visibilitas bulan sabit pertama kali (hilal) setelah bulan baru konjungsi atau ijtimak.

Pada fase ini, Bulan terbenam sesaat setelah terbenamnya Matahari sehingga posisi hilal berada di ufuk barat.

Awal puasa Ramadhan 2026 menurut Pemerintah

Pemerintah Indonesia telah menetapkan kalender resmi tahun 2026 yang dirilis Kemenag.

Dalam kalender tersebut, awal puasa Ramadhan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Namun, pemerintah masih menunggu penetapan resmi 1 Ramadhan 1447 H melalui sidang isbat pada 17 Februari 2026.

Sidang tersebut merupakan metode gabungan antara antara hisab dan rukyatul hilal.

Sidang akan memaparkan hasil rukyatul hilal yang berpoedoman pada kriteria MABIMS (Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), untuk penetapan awal bulan hijriah di kawasan Asia Tenggara.


Artikel ini sudah tayang di Kompas.com berjudul "BRIN Prediksi 1 Ramadhan 1447 H Berpotensi Berbeda, Indonesia Tanggal Berapa?"

Selanjutnya: Waspada Macet Lebaran! Pemerintah Terapkan WFA, Ini Detailnya

Menarik Dibaca: 9 Khasiat Konsumsi Jus Timun untuk Kesehatan Tubuh

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×