kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Aprindo: Inflasi inti turun secara bulanan berarti harga stabil


Senin, 03 Desember 2018 / 21:08 WIB
ILUSTRASI. Inflasi November 2018


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Inflasi inti November 2018 secara bulanan (mom) mengalami penurunan ketimbang bulan lalu, namun mengalami kenaikan secara tahunan (yoy). Tercatat inflasi inti mom sebesar 0,22% lebih rendah ketimbang Oktober 2018 yang tercatat 0,29%. Sedangkan secara tahunan yoy sebesar 3,03%.

Kondisi ini sebagai cerminan kestabilan harga ritel selama November 2018. "Kalau (bulanan) inflasi turun berarti harga relatif stabil. Berkaitan dengan ritel, kemampuan belanja masyarakat lebih baik dari sebelumnya," ungkap Roy Nicholas, Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (3/12).

Penurunan secara bulanan bukan berarti menunjukkan daya beli masyarakat turun. Roy menegaskan pada November 2018 ketersediaan barang cukup, sehingga tidak meningkatkan harga.

"Harga yang relatif stabil karena ketersediaan pangan cukup, ketersediaan sandang cukup, suplai cukup," jelasnya.

Selain itu, Roy juga menjelaskan inflasi turun karena rupiah yang menguat. Kondisi ini, menurutnya didukung dengan menguatnya kepercayaan terhadap rupiah. Hal ini membuat harga cenderung stabil.

"Orang percaya pada rupiah sehingga tidak membeli dollar, otomatis harga stabil," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×