kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.899   17,00   0,10%
  • IDX 9.047   14,25   0,16%
  • KOMPAS100 1.252   3,95   0,32%
  • LQ45 887   5,04   0,57%
  • ISSI 329   -0,65   -0,20%
  • IDX30 452   2,81   0,63%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 139   0,42   0,30%
  • IDXV30 147   0,53   0,36%
  • IDXQ30 145   1,13   0,79%

Aprindo: Inflasi inti turun secara bulanan berarti harga stabil


Senin, 03 Desember 2018 / 21:08 WIB
Aprindo: Inflasi inti turun secara bulanan berarti harga stabil
ILUSTRASI. Inflasi November 2018


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Inflasi inti November 2018 secara bulanan (mom) mengalami penurunan ketimbang bulan lalu, namun mengalami kenaikan secara tahunan (yoy). Tercatat inflasi inti mom sebesar 0,22% lebih rendah ketimbang Oktober 2018 yang tercatat 0,29%. Sedangkan secara tahunan yoy sebesar 3,03%.

Kondisi ini sebagai cerminan kestabilan harga ritel selama November 2018. "Kalau (bulanan) inflasi turun berarti harga relatif stabil. Berkaitan dengan ritel, kemampuan belanja masyarakat lebih baik dari sebelumnya," ungkap Roy Nicholas, Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (3/12).

Penurunan secara bulanan bukan berarti menunjukkan daya beli masyarakat turun. Roy menegaskan pada November 2018 ketersediaan barang cukup, sehingga tidak meningkatkan harga.

"Harga yang relatif stabil karena ketersediaan pangan cukup, ketersediaan sandang cukup, suplai cukup," jelasnya.

Selain itu, Roy juga menjelaskan inflasi turun karena rupiah yang menguat. Kondisi ini, menurutnya didukung dengan menguatnya kepercayaan terhadap rupiah. Hal ini membuat harga cenderung stabil.

"Orang percaya pada rupiah sehingga tidak membeli dollar, otomatis harga stabil," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×