kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   18.000   0,66%
  • USD/IDR 17.770   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.214   205,88   3,43%
  • KOMPAS100 828   33,85   4,26%
  • LQ45 621   24,05   4,02%
  • ISSI 213   6,60   3,20%
  • IDX30 351   12,51   3,69%
  • IDXHIDIV20 432   14,88   3,56%
  • IDX80 93   3,66   4,09%
  • IDXV30 116   3,34   2,96%
  • IDXQ30 113   3,70   3,39%

Apindo: Penandatanganan IK-CEPA sebaiknya ditunda


Senin, 10 Maret 2014 / 20:07 WIB
ILUSTRASI. Manfaat buah matoa untuk kesehatan.


Reporter: Risky Widia Puspitasari | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta pemerintah tidak tergesa-gesa membuat kesepakatan terkait dengan Indonesia – Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).

Permintaan tersebut disampaikan oleh  Franky Sibarani, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Jakarta, Senin (10/3).  “Kami bukannya menolak tetapi sebaiknya pemerintah tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan,” ujar Franky kepada KONTAN.

Menurutnya, banyak sektor yang belum siap dengan kerjasama ekonomi tersebut. Ia menilai, pemerintah harus melihat soal kebutuhan pasar di Korea sebelum menentukan kebijakan.

“Proses inilah yang saya rasa belum cukup waktu untuk ditandatangani periode ini. Kami juga tengah berupaya untuk meningkatkan kompetensi untuk mengejar kesetaraan,” kata Franky.

Sebelumnya, pemerintah menggelar rapat tertutup untuk membahas masalah tarif terkait kerjasama Indonesia – Korea di Kementerian Perindustrian.

Beberapa sektor yang dirundingkan adalah otomotif, besi baja, pertanian, kehutanan, perikanan dan elektronik. Target pemerintah, perundingan ini akan selesai pada akhir Mei 2014.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×