kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.944   -29,00   -0,16%
  • IDX 5.999   115,16   1,96%
  • KOMPAS100 778   14,20   1,86%
  • LQ45 588   9,58   1,66%
  • ISSI 208   4,74   2,33%
  • IDX30 333   5,83   1,78%
  • IDXHIDIV20 409   6,49   1,62%
  • IDX80 88   1,57   1,82%
  • IDXV30 111   2,39   2,20%
  • IDXQ30 107   1,91   1,82%

Apindo: Banyak perusahaan tidak bisa memberikan THR secara penuh


Minggu, 19 April 2020 / 20:47 WIB
ILUSTRASI. Hariyadi Sukamdani Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).foto/Kontan/Tantyo Anon Prasetya


Reporter: Vendi Yhulia Susanto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani menilai akan banyak perusahaan tidak bisa memberikan tunjangan hari raya (THR) secara penuh. Hal ini karena kesulitan cash flow perusahaan akibat pandemi virus corona (Covid-19).

"Jadi kemungkinan besar akan banyak perusahaan tidak bisa membayar THR karena kesulitan cash flow," kata Hariyadi kepada Kontan.co.id, Minggu (19/4).

Baca Juga: Ini besaran THR yang akan diterima PNS saat Lebaran tahun ini

Sebab itu, Apindo berharap ada fleksibilitas dalam pemberian THR tahun ini. Pertama, opsi pemberian 50 % THR dan sisanya dapat dicicil oleh perusahaan. Kedua opsi pemberian THR pada Desember mendatang.

Lebih lanjut Hariyadi meyakini setiap pekerja mengerti kesulitan yang dihadapi perusahaannya masing-masing di tengah pandemi corona. Sebab itu, Ia meminta pemerintah bisa memberikan fleksibilitas tersebut.

Baca Juga: Ini 10 kementerian dan lembaga dengan jumlah belanja terbesar di kuartal I 2020

Sebelumnya, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) saat ini tengah menyiapkan surat edaran pembayaran tunjangan hari raya (SE THR). Hal ini dilakukan untuk mengatur terkait pembayaran THR dari pengusaha kepada pekerja di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

"SE THR dalam pandemi Covid-19 sedang disiapkan. Semoga minggu depan sudah keluar. Kita tunggu saja," kata Direktur Pengupahan, Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Ditjen PHI JSK), Kemnaker, Dinar Titus Jogaswitani kepada Kontan, Minggu (19/4).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×