kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45691,13   20,36   3.03%
  • EMAS924.000 -0,22%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

APBN dan APBD tak cukup, Jokowi minta peran swasta untuk genjot pertumbuhan ekonomi


Jumat, 21 Februari 2020 / 14:13 WIB
APBN dan APBD tak cukup, Jokowi minta peran swasta untuk genjot pertumbuhan ekonomi
Presiden Joko Widodo berdialog bersama pekerja pabrik saat peresmian pabrik Asia Pacific Rayon (APR) di Kabupaten Pelalawan, Riau (21/2/2020).

Reporter: Abdul Basith | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - RIAU. Presiden Joko Widodo meminta keterlibatan swasta dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi. Pasalnya kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta APBD memiliki keterbatasan. 

"77% tumbuhnya ekonomi sangat bergantung pada dunia usaha, kepada dunia swasta," ujar Jokowi saat meresmikan pabrik PT Asia Pacific Rayon (APR), Jumat (21/2).

Baca Juga: Jokowi optimistis pengembangan bahan baku lokal bisa tekan defisit neraca dagang

Sementara APBN dan APBD hanya bisa membantu sebesar 23%. Angka itu menurut Jokowi belum signifikan mendorong ekonomi.

"Kemampuan APBN dan APBD hanya 23% kecil memang kecil itu hanya stimulus," terang Jokowi.

Karena peran swasta sangat besar, tak heran jika saat ini seluruh negara berlomba mengejar investasi. Termasuk Indonesia yang juga mengejar investasi dari para investor baik dari dalam dan luar negeri.

Beberapa upaya dilakukan oleh Indonesia untuk menyelesaikan masalah yang menghambat investasi. Salah satunya adalah pembuatan Rancangan Undang Undang (RUU) omnibus law cipta kerja.

Baca Juga: Jokowi akan resmikan pabrik dan jalan tol di Riau, Jumat besok

Selain itu Jokowi juga menggenjot ranking kemudahan berusaha (EoDB) Indonesia bisa meningkat. Saat ini Indonesia berada di peringkat 73 dan ditargetkan melesat ke peringkat 40.




TERBARU

Close [X]
×