kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.969   -4,00   -0,02%
  • IDX 5.969   85,46   1,45%
  • KOMPAS100 775   10,96   1,43%
  • LQ45 585   7,04   1,22%
  • ISSI 207   3,15   1,55%
  • IDX30 332   4,27   1,31%
  • IDXHIDIV20 407   4,56   1,14%
  • IDX80 88   1,22   1,41%
  • IDXV30 110   1,66   1,53%
  • IDXQ30 106   1,25   1,20%

Apakah PPKM Jawa-Bali akan kembali diperpanjang? Ini evaluasi Presiden Jokowi


Senin, 16 Agustus 2021 / 04:45 WIB


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada pekan lalu, Pemerintah mengumumkan bahwa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk wilayah Jawa-Bali akan berlangsung hingga 16 Agustus 2021. Itu artinya, PPKM akan berakhir hari ini. Apakah PPKM akan kembali diperpanjang?

Menjelang berakhirnya PPKM, pada Minggu (15/8/2021), Presiden Joko Widodo mengumumkan evaluasi dampak PPKM terhadap Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit. 

Melansir keterangan Jokowi di YouTube Sekretariat Presiden pada Minggu (15/8/2021), Jokowi menjelaskan bahwa BOR rumah sakit mengalami penurunan. 

"Alhamdulillah BOR di Jakarta sudah berada di kisaran 29,4%," kata Jokowi. 

Baca Juga: Duh, testing Covid-19 Indonesia terus merosot

Selain itu, Presiden juga menyebutkan sejumlah daerah lain di Jawa yang tingkat BOR-nya mengalami penurunan. Adapun angkanya adalah sebagai berikut:

  • Jawa Barat: 32%
  • Jawa Tengah: 38,3%
  • Jawa Timur: 52,3%
  • Banten: 33,4%
  • Yogyakarta: 54,7%

Tidak hanya itu, Presiden juga mengumumkan terjadi penurunan BOR di Wisma Atlet. 

"BOR di Wisma Atlet juga turun di angka 19,64%," imbuhnya.

Adapun angka BOR secara nasional, lanjut Presiden, berada di angka 48,14%. 

Baca Juga: Indonesia datangkan lagi 5 juta dosis vaksin Sinovac siap pakai

Jika dilihat, angka BOR di DKI Jakarta merupakan yang terendah di Jawa dan berada di bawah angka BOR nasional. 




TERBARU

[X]
×