kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Duh, testing Covid-19 Indonesia terus merosot


Minggu, 15 Agustus 2021 / 20:42 WIB
ILUSTRASI. Swab test Covid-19 di Jakarta.


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Angka pengetesan atau testing virus corona (Covid-19) di Indonesia terus merosot. Dalam kurun waktu 7 hari terakhir, rata-rata angka testing Indonesia lebuh rendah dibandingkan sebelumnya. Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, dari 9-15 Agustus 2021, rata-rata testing sebanyak 125.701 tes per hari.

Angka tersebut menurun dari pekan sebelumnya sebanyak 135.000 tes per hari. Berdasarkan angka tersebut, rasio kasus positif di Indonesia masih di atas 20.000. Pada, Minggu (15/8) angka testing merupakan yang terendah dalam sepekan terakhir. Jumlah testing hari ini sebanyak 89.768 orang.

Testing merupakan hal penting dalam penanganan pandemi Covid-19. Hal itu dilakukan untuk menemukan kasus positif Covid-19 dan mencegah penyebaran yang lebih luas.

Baca Juga: Keluarkan indikator kematian kasus Covid-19, pemerintah pastikan tak tutupi data

Sebelumnya pemerintah menargetkan testing mencapai 400.000 orang per hari. Salah satu kendala yang dihadapi untuk meningkatkan angka testing tersebut adalah tinggi harga tes. Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo mendorong penurunan harga tes PCR. Pemangkasan tarif tes PCR tersebut hampir separuh dari batas atas tarif tes PCR saat ini sebesar Rp 900.000.

"Saya sudah berbicara dengan Menteri Kesehatan mengenai hal ini, saya minta agar biaya tes PCR ini berada di kisaran antara Rp 450.000 sampai Rp 550.000," ujar Jokowi dalam keterangan resmi, Minggu (15/8).

Penurunan harga tes PCR tersebut dinilai menjadi salah satu upaya untuk menggenjot angka tes di Indonesia. Selain harga, Jokowi juga mendorong percepatan hasil pemeriksaan tes PCR. "Saya minta juga agar tes PCR bisa diketahui hasilnya dalam waktu maksimal 1x24 jam, kita butuh kecepatan," terang Jokowi.

Selanjutnya: Epidemiolog ingatkan penurunan level PPKM di Jabodetabek belum saatnya dilakukan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×