kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.605.000   -35.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.983   12,00   0,07%
  • IDX 6.196   -118,88   -1,88%
  • KOMPAS100 811   -18,90   -2,28%
  • LQ45 615   -12,33   -1,97%
  • ISSI 214   -4,08   -1,87%
  • IDX30 346   -6,54   -1,86%
  • IDXHIDIV20 428   -6,37   -1,47%
  • IDX80 93   -2,15   -2,27%
  • IDXV30 117   -1,73   -1,46%
  • IDXQ30 111   -1,86   -1,65%

Antasari: Saya dapat ancaman lewat keluarga


Rabu, 15 Februari 2017 / 07:47 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA.  Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar mengaku masih mendapat ancaman dari pihak tertentu.

Ancaman itu diterima lewat keluarganya pascalangkah Antasari mencari kebenaran atas kasus yang pernah menjeratnya.

"Melalui keluarga saya," ucap Antasari dalam wawancara di acara Satu Meja yang ditayangkan Kompas TV, Senin (13/2) malam.

Antasari mengatakan, dalam mengungkap kebenaran, dirinya pasti akan menyinggung orang per orang. Mereka yang tersinggung, kata Antasari, pasti tidak akan diam.

"Siapa yang proteksi keamanan saya sekarang? Tidak ada kan. Ini harus saya pikirkan. Saya satu minggu lalu masih terima (ancaman)," kata Antasari.

Antasari bercerita, anggota keluarganya dua kali mendapat ancaman dengan modus yang sama.

Keluarganya diberi surat. Pertama, ketika makan di salah satu restoran di Blok M, Jakarta Selatan. Kedua, ketika sedang shalat Jumat di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta.

"Dia bikin surat. Anda ini saudara Antasari? Sampaikan ke Antasari jangan ngomong macam-macam, jaga keselamatannya," ucap Antasari.

Ketika ditanya apakah ada ancaman yang langsung dia terima, ia mengaku belum pernah menerimanya setelah bebas dari lapas.

Antasari mengaku sudah biasa menerima ancaman. Ketika masih menjadi Ketua KPK, ia mengaku setiap hari mendapat ancaman yang dikirim lewat pesan singkat.

"Itu sarapan pagi saya," ucapnya.

Antasari selama ini merasa dikriminalisasi terkait kasus pembunuhan bos PT Putra Rajawali Bantaran, Nasrudin Zulkarnain, yang menjeratnya dulu.

Ia tengah menempuh jalur hukum untuk mengungkap siapa pihak-pihak yang menurut dia terlibat dalam kriminalisasi. (Sandro Gatra)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×