kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Antasari Masih Dapat Teror Meski Nasrudin sudah Meninggal


Selasa, 12 Januari 2010 / 11:33 WIB


Reporter: Epung Saepudin | Editor: Tri Adi

JAKARTA. Ada keterengan yang sedikit janggal terkait pemeriksaan terdakwa Antasari Azhar. Pasalnya, meski Nasrudin Zulkarnaen sudah meninggal, Antasari mengaku masih mendapat sejumlah teror. "Setelah Nasrudin meninggal pun, saya masih mendapatkan semacam teror fisik dua kali," aku Antasari di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, (12/1).

Mantan Ketua KPK itu juga membenarkan bahwa dirinya memang mengadukan soal ancaman ke Kapolri Bambang Hendarso Danuri. Ia menceritakan soal ancaman itu pada Kapolri. Dalam pertemuan dengan Kapolri, ia menyampaikan soal pertemuan di Hotel Grand Mahakam. Nah, dalam pertemuan dengan Kapolri itulah dia mengaku mendapat dukungan. "Hati-hati jangan sampai ada upaya penjebakan, Ketua KPK tidak boleh digitukan," ujar Antasari menirukan perkataan Kapolri.

Namun, Antasari enggan menyebut pertemuan dengan Kapolri sebagai melapor. "Saya tidak melapor. Saya hanya menyampaikan," kata Antasari. Ia mengaku sekitar November-Desember 2008, ia menyampaikan terlebih dahulu terkait rencana pembahasan kerjasama kepolisian dan KPK. Waktu bertemu dengan Kapolri dia mengaku menyampaikan soal ancaman. "Di situ saya sampaikan mengenai ancaman soal pelecehan seksual," kata Antasari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×